
Ilustrasi: Wanita yang mengalami nyeri haid. (Pexels)
JawaPos.com - Nyeri haid atau yang sering disebut dilep merupakan keluhan umum yang dialami wanita saat menstruasi. Rasa nyeri ini biasanya terjadi di bagian bawah perut dan dapat bervariasi tingkat keparahannya, mulai dari ringan hingga cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Secara umum, menstruasi terjadi setiap bulan, dan nyeri haid normal dialami pada hari pertama hingga hari ketiga. Gejalanya bisa berupa kram perut, mual, muntah, hingga diare. Namun, jika nyeri haid terasa lebih hebat dari biasanya atau berlangsung lebih lama, kondisi ini patut diwaspadai karena bisa menjadi tanda gangguan kesehatan tertentu.
Dilansir dari Halodoc (16/1), nyeri haid disebabkan oleh kontraksi rahim selama menstruasi untuk mengeluarkan lapisan endometrium. Kontraksi ini memicu pelepasan hormon prostaglandin, yang dapat menimbulkan rasa sakit dan peradangan. Semakin tinggi kadar prostaglandin dalam tubuh, semakin kuat nyeri haid yang dirasakan.
Biasanya, nyeri haid akan mereda dengan sendirinya dalam satu hingga dua hari. Namun, jika rasa sakit berlangsung lama dan semakin parah, bisa jadi itu merupakan gejala dari gangguan kesehatan berikut, seperti yang dilansir dari Hellosehat (16/1):
Endometriosis
Jika nyeri haid berlangsung terus-menerus dan terasa tidak tertahankan, kondisi ini bisa menjadi tanda endometriosis. Endometriosis terjadi ketika jaringan yang menyerupai lapisan rahim tumbuh di luar rahim, menyebabkan rasa sakit yang intens selama menstruasi.
Fibroid Rahim
Nyeri haid yang disertai dengan pendarahan berlebihan dapat menjadi indikasi adanya fibroid rahim, yaitu pertumbuhan tumor jinak di dalam rahim. Kondisi ini bisa menyebabkan anemia akibat kehilangan darah yang berlebihan.
Adenomiosis
Kondisi ini terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh ke dalam dinding otot rahim, menyebabkan penebalan rahim yang membuat menstruasi terasa lebih nyeri dari biasanya.
Radang Panggul
Infeksi serius pada organ reproduksi wanita ini bisa menyebabkan nyeri panggul yang intens, terutama saat menstruasi. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh bakteri yang menyebar dari vagina ke rahim dan saluran tuba.
Untuk meredakan nyeri haid, beberapa cara alami bisa dilakukan, seperti mengompres perut dengan air hangat untuk membantu otot rahim lebih rileks. Jika nyeri haid semakin parah hingga mengganggu aktivitas atau menyebabkan pingsan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
