Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Oktober 2024 | 22.17 WIB

Mengapa Teh Bukan Minuman Ideal untuk Anak? 7 Alasan Utama yang Harus Anda Ketahui

Manfaat Teh Melati untuk Kesehatan.  (freepik.com) - Image

Manfaat Teh Melati untuk Kesehatan. (freepik.com)

JawaPos.Com - Minuman teh telah menjadi bagian dari tradisi dan kebiasaan sehari-hari di banyak budaya, termasuk di Indonesia.

Sering kali teh menjadi minuman yang disajikan di berbagai kesempatan, mulai dari sarapan hingga menemani camilan sore.

Meskipun teh memiliki banyak penggemar dewasa karena rasa dan aroma khasnya, apakah minuman ini benar-benar aman untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan?

Banyak orang tua mungkin tidak menyadari bahwa di balik manfaat yang diakui pada orang dewasa, teh bisa membawa risiko bagi perkembangan anak.

Kandungan teh seperti kafein, tannin, dan zat lainnya ternyata dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi, keseimbangan energi, dan bahkan perilaku anak.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami mengapa teh mungkin bukan pilihan terbaik untuk dikonsumsi anak secara teratur.

Dilansir dari Healthline, inilah 7 alasan utama mengapa teh sebaiknya dihindari oleh anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

1. Mengandung Kafein yang Bisa Mengganggu Pola Tidur Anak

Salah satu masalah utama dalam teh adalah kandungan kafeinnya. Meskipun tidak setinggi kopi, teh tetap mengandung kafein dalam jumlah yang cukup untuk memengaruhi anak-anak, yang tubuhnya lebih sensitif terhadap zat ini dibandingkan orang dewasa.

Kafein adalah stimulan yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan mengganggu pola tidur anak.

Anak yang mengonsumsi teh terlalu banyak mungkin menjadi lebih sulit tidur, mengalami gangguan tidur seperti insomnia, atau bahkan menjadi lebih gelisah dan hiperaktif pada siang hari.

Kurangnya tidur yang berkualitas pada anak-anak dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan mental mereka.

2. Mengganggu Penyerapan Zat Besi

Teh mengandung zat yang disebut tannin, yang dapat mengikat zat besi dalam makanan. Hal ini mengakibatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh menjadi lebih sulit.

Zat besi adalah mineral penting yang berperan dalam produksi sel darah merah dan mendukung fungsi otak.

Kekurangan zat besi pada anak-anak dapat menyebabkan anemia, yang ditandai dengan rasa lelah, lemas, dan penurunan konsentrasi.

Jika anak-anak secara rutin minum teh, mereka bisa berisiko mengalami kekurangan zat besi yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka secara keseluruhan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore