Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 September 2024 | 22.57 WIB

Benarkah Telur Dapat Meningkatkan Kolesterol? Ini Batas Aman Konsumsi Per Hari dan Cara Sehat Mengolahnya

Ilustrasi aneka resep olahan telur. (Freepik) - Image

Ilustrasi aneka resep olahan telur. (Freepik)

JawaPos.com – Telur merupakan bahan makanan yang sangat populer karena memiliki gizi tinggi, kaya akan vitamin, mineral, antioksidan, protein, dan lemak. Telur juga dikenal memiliki nutrisi yang baik untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Di beberapa bagian di dunia, seperti Indonesia sendiri, telur memiliki harga yang terjangkau dan sangat mudah ditemukan. Hal ini menyebabkan banyak orang yang mengonsumsinya secara teratur atau bahkan setiap hari.

Di sisi lain, telur ternyata memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi jika dibandingkan makanan lainnya. Dalam satu butir telur, rata-rata mengandung 185-200 mg kolesterol.

Melansir Medical News Today, kolesterol merupakan senyawa lemak dalam setiap sel. Tubuh menghasilkan kolesterol alami dari organ hati (liver) dan membutuhkannya untuk tetap sehat.

Hati memproduksi kolesterol yang cukup untuk memasok kebutuhan tubuh. Namun, seseorang juga dapat mengonsumsi kolesterol dalam makanannya. Jika seseorang mengonsumsi makanan tinggi kolesterol, hati mereka merespons dengan memperlambat produksi kolesterol.

Kolesterol High-Density Lipoprotein (HDL) dikenal sebagai kolesterol baik. Kolesterol HDL menghilangkan jenis kolesterol lain dari darah, sehingga kadar HDL yang lebih tinggi menguntungkan.

Sebaliknya, kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) sering disebut sebagai jenis kolesterol jahat karena meningkatkan risiko penyakit jantung.

Mengingat kandungan kolesterol dalam telur yang cukup tinggi, semakin jelas bahwa mengonsumsi terlalu banyak telur memiliki risiko terkait kesehatan.

Di masa lalu, para ahli kesehatan menyarankan orang untuk membatasi jumlah telur atau kuning telur yang mereka makan tidak lebih dari tiga per minggu. Alasan di balik rekomendasi ini adalah karena kuning telur mengandung kolesterol tinggi.

Sekarang, dengan adanya bukti terbaru, para ahli kesehatan mengubah pandangan mereka tentang telur. Dalam publikasi tahun 2015-2020, Dietary Guidelines for Americans menghapus rekomendasi bagi orang-orang untuk membatasi konsumsi kolesterol makanan hingga di bawah 300 miligram (mg) per hari.

Melansir Healthline, pada orang dewasa yang sehat dengan kadar kolesterol normal, beberapa penelitian menunjukkan bahwa telur aman dikonsumsi dengan jumlah satu sampai dua telur per hari.

Sebuah penelitian kecil pada 38 orang dewasa yang sehat menemukan bahwa sebanyak tiga butir telur per hari dapat meningkatkan kadar LDL dan HDL serta rasio LDL terhadap HDL.

Namun, para ahli mungkin menghindar untuk menyarankan lebih dari 2 butir telur per hari, dan masih banyak yang menyarankan agar Anda tetap mengonsumsi 1 butir telur.

Kadar kolesterol dalam telur juga bisa berbeda-beda tergantung pada cara pengolahan. Lalu, bagaimana cara paling sehat dalam mengolah telur? Ini 5 tips memasak telur super sehat.

  1. Pilih metode memasak yang rendah kalori

Metode memasak dengan merebus merupakan metode yang paling rendah kalori karena tidak menambahkan kalori lemak ekstra, sehingga makanan ini akan lebih rendah kalori daripada telur goreng atau orak-arik atau telur dadar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore