Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Agustus 2024 | 01.39 WIB

Berapa Takaran Aman Penggunaan MSG?

Asosiasi P2MI mengadakan talkshow dan cooking class interaktif terkait MSG bersama ahli gizi. (Istimewa) - Image

Asosiasi P2MI mengadakan talkshow dan cooking class interaktif terkait MSG bersama ahli gizi. (Istimewa)

JawaPos.com–Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa Monosodium Glutamat (MSG) atau micin dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan. Seperti pemicu terjadinya kelebihan berat badan (obesitas), kanker, hingga disebut sebagai penyebab kebodohan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan, MSG sebagai bahan tambahan pangan (BTP) kategori penguat rasa telah diizinkan penggunaannya di Indonesia dan diatur melalui Permenkes No. 033 Tahun 2012. Selain itu, lembaga skala internasional yang mengkaji risiko penggunaan BTP seperti JECFA (Joint Expert Committee on Food Additive) juga menyatakan bahwa penggunaan MSG termasuk dalam kategori ADI (acceptable daily intake) atau asupan harian yang dapat diterima sebagai not specified, yang berarti penggunaannya tidak dibatasi atau boleh dikonsumsi secukupnya.

Lantas, apakah benar anggapan negatif soal MSG yang beredar di masyarakat? Untuk memberikan fakta dan informasi yang benar terkait MSG, Asosiasi Persatuan Pabrik Monosodium Glutamat & Asam Glutamat (P2MI), yang terdiri atas PT Ajinomoto Indonesia, PT Ajinex International, PT Sasa Inti, dan PT Daesang Ingredients Indonesia, telah mengadakan edukasi berbentuk talkshow dan cooking class interaktif yang dibawakan ahli gizi klinik dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K dan Chef Jordhi Aldyan.

Menurut dr. Yohan Samudra, MSG dengan penggunaan secukupnya sangat aman dikonsumsi. Bahkan sebenarnya penggunaan MSG dalam makanan memiliki beberapa manfaat seperti membantu meningkatkan nafsu makan sehingga asupan gizi seimbang bisa lebih terpenuhi, selain itu juga sebagai strategi diet rendah garam.

”Kandungan MSG itu terdiri atas 78 persen glutamat, 12 persen natrium, dan 10 persen air, kadar natrium (garam) yang terdapat dalam MSG itu hanya 1/3 dari kadar natrium garam dapur biasa. Sehingga, pada masakan, yang diberi sedikit MSG, kita dapat mengurangi asupan natrium (garam), namun cita rasa makanan hasil masakan kita tetap terjaga kelezatannya,” ungkap dr. Yohan melalui daring.

Dia menyampaikan, kelebihan asupan garam dapat berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi adalah faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan stroke. Karena itu, penting untuk selalu bisa mengontrol asupan garam harian.

”Hal yang paling mudah yang bisa kita lakukan memang hanya mencegah, yaitu dengan mengurangi penggunaan garam dalam makanan harian yang kita konsumsi. Sebagai konsumen, kita juga perlu pintar dalam memilih makanan atau kudapan dalam kemasan yang terdapat hidden salt,” jelas Yohan Samudra.

Karena itu, lanjut dia, perlu selalu mengecek label nutrition facts di balik kemasan. Selain informasi edukatif dari ahli gizi klinik dr. Yohan Samudra dan para peserta kali ini juga diajak untuk praktik memasak 2 menu harian. Yaitu, capcay seafood & ayam crispy saus padang. Sesi cooking class tersebut dipandu chef yang merupakan alumni Master Chef Season 6, Chef Jordhi Aldyan.

”Kami berharap, melalui acara MSG (Mbahas Seputar Gizi) hari ini, masyarakat dapat terinformasi mengenai fakta yang sebenarnya terkait MSG melalui pemberitaan dari rekan-rekan yang hadir,” ungkap dia.

Tak hanya itu, masyarakat dapat terpicu untuk bisa menerapkan gaya hidup sehat dengan mengontrol asupan gula, garam, lemak (GGL), sebagaimana yang dianjurkan Kemenkes RI.

”Edukasi mengenai keamanan MSG kepada masyarakat juga turut digaungkan oleh para anggota kami di P2MI melalui berbagai aktivitas sehingga masyarakat tidak lagi merasa takut dalam menggunakan MSG,” ujar Satria Pinandita, Ketua Asosiasi Persatuan Pabrik Monosodium Glutamat & Asam Glutamat (P2MI).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore