
Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan terapi menghilangkan kecemasan dengan bantuan kuda.
JawaPos.com – Jika mengalami gangguan kecemasan, ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat dipertimbangkan. Tidak semua pendekatan ini dilakukan di ruang praktek terapis.
Salah satu pendekatan alternatif untuk mengatasi kecemasan adalah terapi dengan bantuan kuda, yang melibatkan merawat dan menghabiskan waktu dengan kuda di bawah bimbingan profesional kesehatan mental.
Pendekatan ini tidak memerlukan pengalaman sebelumnya dengan kuda, dan tidak perlu menungganginya. Sebaliknya, sesi ini hanya melibatkan aktivitas seperti membelai, merawat, memberi makan, atau bahkan hanya mengamatinya.
Dilansir dari healthline, sebuah laporan tahun 2015 menunjukkan bahwa aktivitas-aktivitas ini dapat membantu meningkatkan kesadaran diri dan wawasan pribadi, meningkatkan kewaspadaan, meredakan perasaan cemas, takut, atau stres, serta meringankan tekanan emosional lainnya, termasuk depresi.
Setiap sesi terapi biasanya mencakup beberapa kegiatan seperti mengamati kuda dan perilakunya, merawat dan menyikat kuda, memberi makan atau camilan, memimpin kuda berjalan di area tertutup, atau membimbing kuda melalui rintangan atau di sepanjang jalan setapak.
Berikut ini adalah informasi lebih lanjut tentang terapi dengan bantuan kuda untuk mengatasi kecemasan, termasuk apa yang diharapkan dari setiap sesi.
Mengapa harus kegiatan ini? Ada beberapa alasan
Tindakan merawat yang berulang dapat membantu menenangkan dan meningkatkan perasaan tenang. Berjalan dapat meningkatkan suasana hati, sehingga menuntun kuda saja dapat membantu meredakan kecemasan.
Memberi makan dan merawat kuda dapat membantu membangun ikatan dengan mereka. Terapi dengan bantuan kuda bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung pada model yang digunakan.
Mengapa kuda?
Kuda, seperti hewan lainnya, dapat memberikan manfaat terapeutik yang signifikan. Hewan yang cerdas dan sosial ini menggunakan suara dan bahasa tubuh untuk berinteraksi dengan kawanannya, dan mereka juga dapat berkomunikasi dengan manusia dengan cara yang serupa.
Kemampuan mereka untuk mengenali dan merespons emosi manusia memberikan peran unik dalam proses terapi. Interaksi dengan kuda dapat mendorong wawasan dan perubahan perilaku melalui pengembangan ikatan emosional.
Hal ini sangat bermanfaat bagi mereka yang mengalami kecemasan, karena mereka mungkin memiliki gejala yang mirip dengan orang-orang yang mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD), seperti kewaspadaan berlebihan, perasaan tegang atau gelisah, penghindaran, insomnia, mudah tersinggung, dan perubahan suasana hati serta pemikiran.
Mengapa kegiatan ini penting?
Kuda, sebagai hewan mangsa, sangat selaras dengan lingkungan mereka dan peka terhadap keadaan emosional orang lain. Mereka dapat memberikan umpan balik kepada tentang bagaimana emosi mempengaruhi orang lain dan membantu belajar untuk mengatur dan berkomunikasi lebih efektif.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
