
BBPOM Kota Palembang menyebutkan permen semprot diduga menjadi penyebab siswa SD di Palembang mengalami keracunan. (Antara)
JawaPos.com–Balai Besar Pengecekan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Palembang melakukan tes laboratorium terhadap sebuah produk permen semprot.
”Ya permen semprot itu sudah habis masa berlaku sejak 11 April 2023. Namun minuman semprot tersebut masih tetap diperbolehkan beredar dengan kurun waktu 24 bulan sejak habis masa tersebut,” kata Plt Kepala Balai BPOM Palembang Tedy Wirawan seperti dilansir dari Antara di Palembang.
Sebelumnya sejumlah pelajar SD Negeri 39 Palembang mengalami mual-mual dan beberapa di antaranya kejang-kejang yang diduga keracunan usai mengonsumsi permen itu.
Menurut Tedy Wirawan, minuman semprot yang dijual di SD Negeri 39 Palembang telah terdaftar. Permen semprot itu saat ini masih dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Pihaknya pun masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut.
”Kami masih menguji sampelnya dengan parameter yang sama untuk melihat tingkat pencemaran kimia yang terkandung,” ujar Tedy Wirawan.
Dia menyebutkan, terdapat 14 murid yang mengonsumsi jajan permen semprot itu. Sebanyak 12 anak mengalami gejala dan empat menjalani perawatan di rumah sakit. Murid yang dirawat telah sembuh usai mendapatkan perawatan medis.
Untuk mengantisipasi kejadian terulang kembali seluruh permen semprot tersebut kini telah ditarik dari kantin sekolah itu. Data permen semprot tersebut juga bisa dilihat dari laman resmi BPOM cekbpom.pom.go.id dengan nomor registrasi MD266631013261.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Palembang menangani kasus siswa diduga keracunan di salah satu sekolah dasar (SD). Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Adrianus Amri mengatakan, empat siswa SD di Kota Palembang mengalami diduga keracunan sempat dilakukan perawatan di rumah sakit.
”Ya benar ada empat siswa SD Negeri 39 Palembang yang dirawat di rumah sakit karena keracunan jajanan sekolah di kantin,” terang Adrianus Amri.
Dia menambahkan, berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meneliti apa kandungan minuman itu. Sehingga menyebabkan siswa keracunan yang berujung kejang-kejang dan sesak napas hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Amri mengimbau siswa SD dan para orang tua berhati-hati dalam membeli makanan. ”Selain pedagang kantin, kita juga imbau siswa dan orang tua siswa untuk berhati-hati dalam membeli jajanan perhatikan kesehatan anak,” tutur Adrianus Amri.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
