Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Juli 2024 | 01.33 WIB

Mirip Demam Berdarah tapi Lebih Ganas, Begini Cara Mencegah Virus Oropouche

Ilustrasi virus Oropouche salah satunya disebabkan oleh gigitan nyamuk. (Actu.fr) - Image

Ilustrasi virus Oropouche salah satunya disebabkan oleh gigitan nyamuk. (Actu.fr)

JawaPos.com - Sedang viral di dunia kesehatan yakni virus Oropouche (OROV) yang merupakan anggota keluarga Peribunyaviridae dan bertanggung jawab atas penyakit virus Oropouche. Kejadian paling baru ada di Brasil yang menyebabkan kasus kematian dan sampai saat ini masih diteliti.

Pada 2024, Brasil dilaporkan tengah mengalami lonjakan kasus dengan lebih dari 7.000 orang terinfeksi virus Oropouche. Satu diantara pasien akibat virus Oropouche juga dilaporkan mengalami kematian.

Virus ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat dan pemerintah Brasil karena penyebarannya yang cepat dan gejala yang ditimbulkannya. Seperti sudah diberitakan sebelumnya, virus Oropouche ini gejala awalnya mirip dengan Demam Berdarah Dengue atau DBD.

Dikutip dari KlikDokter, virus Oropouche ditularkan terutama melalui gigitan serangga vektor, khususnya nyamuk Culicoides paraensis. Nyamuk ini biasanya berkembang biak di daerah berawa, hutan hujan tropis, dan dekat permukiman manusia.

Selain nyamuk, virus ini juga ditemukan pada hewan seperti monyet dan burung, yang dapat menjadi reservoir alami bagi virus ini. Virus Oropouche merupakan virus RNA dengan tiga segmen genom yang mengkode protein-protein yang penting untuk replikasi dan virulensi virus.

Pencegahan infeksi virus Oropouche terutama difokuskan pada pengendalian populasi nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk. Pertama adalah menggunakan repelan nyamuk pada kulit yang terbuka dapat membantu mencegah gigitan nyamuk.

Kemudian, untuk bisa terhindar dari virus Oropouche disarankan untuk memakai pakaian panjang yang menutupi lengan dan kaki dapat mengurangi risiko gigitan nyamuk. Dan usahakan tidak berada di tempat yang disenangi oleh nyamuk.

Seperti halnya DBD yang juga disebabkan oleh nyamuk, agar terhindar dari virus Oropouche disarankan untuk membersihkan genangan air dan tempat-tempat yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk di sekitar rumah dan menggunakan obat nyamuk baik dalam bentuk semprot atau lotion dapat membantu mengurangi risiko gigitan.

Jika tidak penting, hindari berada di luar ruangan pada pagi dan sore hari ketika nyamuk lebih aktif. Saat keadaan gelap dan remang nyamuk kerap beraktivitas. Terakhir yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya virus Oropouche dan cara pencegahannya melalui kampanye kesehatan.

Karena belum ada pengobatan khusus untuk virus ini, pencegahan melalui pengendalian nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk dapat mengurangi risiko infeksi. Penting bagi kita untuk bekerja sama dalam mengatasi wabah ini dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore