Ilustrasi gangguan pendengaran.
JawaPos.com–Gangguan pendengaran menjadi salah satu penyakit atau gangguan kesehatan yang masih sering dialami masyarakat Indonesia. Gangguan pendengaran sendiri merupakan kondisi di mana terjadi gangguan dalam proses pendengaran normal.
Hal itu mengacu pada segala jenis gangguan yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk mendengar dengan jelas atau bahkan tidak dapat mendengar. Gangguan pendengaran dapat disebabkan berbagai faktor, termasuk kelainan pada telinga luar, telinga tengah, atau telinga dalam, serta kerusakan pada saraf pendengaran, demikian dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Untuk mengatasi salah satu masalah kesehatan tersebut, Clinton Health Access Initiative (CHAI) Indonesia mengunjungi Kasoem Hearing Center di Cikini, Jakarta Pusat. Kunjungan tersebut merupakan kali pertama dilakukan sebagai upaya CHAI Indonesia untuk memperkuat koordinasi dalam program Assistive Technology.
Hal tersebut disampaikan Country Director CHAI Indonesia dr. Atiek Anartati MPH & TM saat mengunjungi Kasoem Hearing Center.
”Pertama kali saya datang ke sini sangat impresif dan terkesan dengan tempat ini. Tadinya saya tidak tahu Kasoem ini hanya optik, ternyata ada alat untuk pendengaran termasuk cochlear implant. Di sini fasilitasnya cukup lengkap untuk anak-anak maupun orang dewasa,” ujar Atiek Anartati.
Dokter Atiek menuturkan, kedatangan CHAI Indonesia ke Kasoem Hearing Center untuk memperkuat koordinasi untuk program Assistive Technology dengan pemerintah dan mitra lokal di Indonesia. Terutama, peningkatan akses alat bantu dengar bagi disabilitas Indonesia, khususnya anak-anak.
Dengan kunjungan ke Kasoem Hearing Center, diharapkan mendapat gambaran yang lebih mendalam terkait layanan untuk gangguan pendengaran. Mulai dari early detection hingga rehabilitasi termasuk pemasangan alat bantu dengar, khususnya anak-anak.
Senior Director/Director Global Assistive Technology Frederic Seghers mengaku terkesan saat mengunjungi Kasoem Hearing Center mulai dari fasilitas, pelayanan, kualitas, dan komitmen perawatan.
”Saya benar-benar berharap bahwa layanan ini akan dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak orang Indonesia di masa depan dan akan sangat menguntungkan,” tutur Frederic.
Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Eka Prastama Widiyanta mengatakan, dalam kesempatan yang sama, kebutuhan penyediaan akses alat bantu dengar hingga cochlear implant sesuai asesmen atau screening merupakan hal penting. Kasoem Hearing Center sudah memiliki fasilitas lengkap.
Dia berharap di masa depan dapat berkembang penyediaan alat bantu yang betul-betul terjangkau dan bermanfaat bagi anak-anak.
”Sehingga anak-anak kita dapat berpartisipasi dalam banyak hal dan itu sangat berharga bagi bangsa ini untuk bisa mengurangi justru biaya-biaya yang lebih besar di masa depan,” ucap Eka.
Deputy Chief Executive Officer (CEO) Kasoem Hearing Center Trista Mutia Kasoem menyambut, baik kedatangan CHAI Indonesia ke cabang Kasoem Hearing Center di Cikini. Sebab, Kasoem Hearing Center dapat menjawab kebutuhan CHAI Indonesia terkait pemeriksaan hingga pemasangan alat bantu dengar sampai cochlear implant.
”Sebagai satu-satunya hearing center di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015, tentunya Kasoem Hearing Center memiliki tagline One Stop Solutions for All Hearing Problem. Artinya, kami menyediakan kebutuhan untuk gangguan pendengaran untuk semua usia, termasuk bayi dengan newborn screening,” kata Trista.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
