
Belajar bersama ibu.
JawaPos.com - Setiap anak memiliki fase pertumbuhan yang berbeda-beda. Namun, ada orang tua tetap cemas, terutama saat si buah hati tidak menguasai keterampilan yang dimiliki sebagaimana anak lain pada usia mereka.
Di antaranya soal speech delay. Speech delay adalah keterlambatan kemampuan anak dalam menyampaikan sesuatu atau berbicara. Pada kondisi ini anak tidak mampu menyampaikan isi pikirannya dengan baik, sehingga kata-katanya sulit dipahami.
Anak pengidap speech delay mampu mengucapkan kata-kata, hanya saja mengalami kesulitan dalam menghubungkannya. Kondisi ini sering kali diabaikan oleh orang tua, karena dianggap sebagai hal biasa dan bisa hilang dengan sendirinya.
Orang tua harus mencermati kemampuan bicara dan bahasa anak dibandingkan dengan anak-anak seusia mereka. Pasalnya, banyak orang tua yang tak menyadari buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan.
Normalnya, anak berusia dua tahun sudah menguasai 50 kosakata dan menggabungkan 2 kata menjadi kalimat sederhana. Namun, terjadi pengecualian pada pengidap speech delay. Dikutip dari siloamhospitals.com, ada beberapa kondisi yang perlu dicurigai sebagai gejala speech delay, yaitu:
1. Sulit merespons saat diajak berbicara.
2. Jarang meniru perkataan orang lain.
3. Kesulitan menyebutkan nama-nama benda di rumah.
4. Lebih sering menunjukkan gestur tubuh daripada berbicara saat meminta sesuatu.
5. Menghindari kontak mata dengan lawan bicara.
Stimulasi pada anak memang seharusnya dilakukan sejak dini, agar anak terhindar dari masalah keterlambatan berbicara atau speech delay. Dikutip dari halodoc.com dan klikdokter.com, berikut beberapa hal berikut mengatasi speech delay pada anak:
1. Lakukan Diskusi Sederhana
Ajak anak berdiskusi mengenai hal-hal yang menarik bagi mereka, misalnya membahas tentang kartun kesukaan atau kegiatan yang dilalui selama satu hari.
2. Belajar Bernyanyi Bersama
Ciptakan suasana menyanyi sesantai mungkin, berikan lagu anak-anak yang memiliki kata-kata sederhana dan nada sederhana. Lakukan nyanyian dengan memberikan sedikit gerakan tarian agar anak merasa tertarik. Selain melatih gerak, bernyanyi bersama akan membuat anak memiliki tambahan kosakata.
3. Membacakan Buku Cerita atau Mendongengkan Anak
Bercerita dengan menggunakan buku-buku dongeng yang dilengkapi gambar-gambar menarik merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi speech delay pada anak.
4. Rajin mengajak anak berbicara

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
