
Ilustrasi buah yang mengandung vitamin C.
JawaPos.com - Demam Berdarah dengue (DBD) adalah hal yang tidak asing didengar lagi. Virus Dengue yang menyebabkan penyakit infeksi ini, masuk dan menyebar ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk.
Penyakit ini merupakan salah satu yang berbahaya karena jika tidak ditangani dengan baik dan cepat dapat menyebabkan akibat yang serius.
Setiap tahunnya, terdapat setengah juta pasien yang dirawat di rumah sakit akibat demam berdarah. Meskipun pemulihannya bisa saja cepat hanya dua sampai tujuh hari bagi sebagian orang, namun dapat juga lebih parah yang akan berdampak pada rusaknya organ, pendarahan, dehidrasi, bahkan kematian.
Maka dari itu, penting untuk melakukan pencegahan terhadap demam berdarah yang dapat meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi vitamin C. Mengapa vitamin C? Simak penjelasannya di bawah ini.
Melansir dari Alodokter, salah satu manfaat vitamin C adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tetap kuat melawan mikroorganisme yang menyebabkan penyakit dan mencegah infeksi.
Jika sistem imun melemah, tubuh tidak mampu melawan mikroorganisme yang menyebabkan penyakit. Hal ini memudahkan kuman atau virus masuk dan menyebabkan infeksi, termasuk demam berdarah.
Menurut dr. Devia Irine Putri yang dilansir dari KlikDokter, vitamin C juga memiliki manfaat sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.
Sebuah studi juga menunjukkan efek yang dihasilkan dari vitamin C kepada pasien demam berdarah mempengaruhi peningkatan jumlah trombosit yang lebih besar daripada pasien yang tidak mendapat asupan vitamin C.
Sebab, salah satu ancaman utama demam berdarah adalah trombositopenia, vitamin C ini merupakan antioksidan yang terkenal ampuh dan direkomendasikan secara empiris dalam pengobatan infeksi virus.
Hasil studi tersebut menyatakan bahwa vitamin C dapat mengisi kembali sirkulasi trombosit dengan cepat pada demam berdarah, sehingga resiko pendarahan dan kebutuhan transfusi trombosit berkurang.
Lalu, apa saja yang dapat menjadi sumber vitamin C? Dibanding jeruk, jambu biji merupakan buah yang dapat menjadi sumber vitamin C karena kandungannya dua kali lipat.
Jambu biji mengandung sekitar 377 miligram vitamin C yang setara dengan 419 persen dari kebutuhan asupan vitamin C sehari-hari pada manusia. Serta kandungan buah ini memiliki antioksidan untuk menangkal radikal bebas, folat, vitamin A, serat, dan memperlancar sirkulasi darah.
Selain jambu biji dan jeruk, terdapat makanan lain yang memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, seperti jeruk bali, paprika merah dan hijau, tomat, pepaya, stroberi, nanas, brokoli, kiwi, mangga, blewah, leci, kale, ubi jalar, serta kubis.
Perlu diingat untuk mengonsumsi vitamin C secukupnya, jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan gangguan seperti pencernaan, mual, muntah, nyeri ulu hati, dan merusak ginjal.
Selain mengonsumsi vitamin C, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan sekitar, serta menjaga pola makan sehat dan asupan nutrisi sehari-hari.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
