Ilustrasi buah durian. (Freepik)
JawaPos.com - Tidak semua makanan cocok dikonsumsi saat berbuka puasa karena dapat mengganggu kesehatan.
Saat berpuasa, perut kosong selama belasan jam, sehingga mengonsumsi makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan sakit dan mengganggu kelanjutan puasa.
Dikutip dari klikdokter.com, Sabtu (23/3), untuk menghindari hal ini, penting untuk mengetahui makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka, yaitu:
Sebaiknya hindari mengonsumsi gorengan dan makanan berlemak saat berbuka puasa. Konsumsi makanan berlemak setelah berpuasa dapat meningkatkan produksi asam lambung, memicu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan.
Selain itu, konsumsi makanan yang digoreng dapat menyebabkan penimbunan lemak dalam tubuh, meningkatkan risiko obesitas.
Anda mungkin familiar dengan pepatah "berbuka dengan yang manis." Walaupun disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka puasa, penting untuk memperhatikan porsinya agar tidak berlebihan dan meningkatkan risiko obesitas.
Pilihan yang baik untuk makanan atau minuman manis saat berbuka adalah buah-buahan seperti kurma, yang mengandung glukosa, sukrosa, fruktosa, serat, kalium, potasium, dan vitamin A. Jus buah seperti mangga, pepaya, atau pisang juga bisa menjadi alternatif yang sehat.
-
Makanan yang terlalu asam atau pedas
Makanan yang bersifat asam dan pedas diyakini dapat memicu gejala mag. Mag atau gastritis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada dinding lambung.
Meskipun makanan pedas tidak langsung menjadi penyebab mag, namun dapat memperburuk gejalanya. Ketika makanan pedas mencapai saluran pencernaan, dapat menyebabkan iritasi pada lapisan lambung.
Khususnya, konsumsi makanan pedas bersamaan dengan makanan asam dapat meningkatkan risiko iritasi (contohnya, saat makan rujak dengan buah yang asam dan bumbu pedas). Oleh karena itu, sebaiknya hindari makanan yang bersifat asam dan pedas saat berbuka puasa.