Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Maret 2024 | 22.06 WIB

Penelitian Sebut Konsumsi Astaxanthin Jadi Salah Satu Kunci untuk Fertilitas dan Kehamilan yang Lebih Baik, Simak!

Ilustrasi makanan yang mengandung Astaxanthin seperti salmon dan udang./Sumber Foto: (Getty Images/Artemidovna) - Image

Ilustrasi makanan yang mengandung Astaxanthin seperti salmon dan udang./Sumber Foto: (Getty Images/Artemidovna)

JawaPos.com – Astaxanthin, yang sering disebut sebagai ‘berlian merah’, telah terbukti memiliki efek positif pada fertilitas dan kehamilan. 

Dalam perjalanan menuju kehamilan yang sehat, setiap pasangan menghadapi tantangan unik. 

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi Astaxanthin mungkin menjadi salah satu kunci untuk membuka pintu fertilitas dan kehamilan yang lebih baik. 

Dengan sifat antioksidan yang luar biasa, Astaxanthin menawarkan lebih dari sekadar dukungan nutrisi; Astaxanthin menawarkan dukungan penting bagi mereka yang ingin meningkatkan peluang keberhasilan dalam memiliki anak.

Untuk itu, mari kita selami lebih dalam dan temukan bagaimana Astaxanthin dapat memainkan peran penting dalam perjalanan Anda menuju kehamilan yang sehat.

Hubungan Astaxanthin dan Fertilitas

Dilansir dari BDI-BioLife Science, Rabu (20/3), penelitian telah menunjukkan bahwa Astaxanthin dapat meningkatkan fertilitas pada pria dengan cara melindungi sperma dari stres oksidatif dan meningkatkan motilitasnya. 

Menurut penelitian tersebut, hal ini sangat penting mengingat penurunan jumlah sperma lebih dari 50 persen pada pria dari negara-negara industri sejak tahun 1971 hingga 2011.

Astaxanthin telah diteliti dan diberikan dalam pembiakan kuda sejak tahun 1990-an untuk mencapai kinerja fertilitas yang lebih tinggi dan profitabilitas. 

Dengan meningkatkan motilitas dan perlindungan sperma, astaxanthin memiliki efek positif pada fertilitas.

Manfaat Astaxanthin Selama Kehamilan 

Selama kehamilan, astaxanthin berperan sebagai antioksidan yang dapat mengurangi risiko abortus spontan atau keadaan di mana ibu hamil kehilangan bayinya pada usia <20 minggu atau janin dengan berat <500 gram, menurut WHO. 

Selain itu, astaxanthin juga dapat mengurangi komplikasi lainnya saat kehamilan. Kandungan ini  juga mendukung perkembangan bayi yang sehat, didukung oleh penelitian yang menunjukkan pengaruh positif karotenoid seperti Astaxanthin selama kehamilan dan menyusui.

Oleh karena itu, astaxanthin adalah antioksidan kuat yang dapat meningkatkan peluang kehamilan yang sehat, bahkan pada usia lanjut. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore