Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Maret 2024 | 23.31 WIB

Khasiat Luar Biasa Buah Tin yang Bisa Meningkatkan Kemampuan Belajar dan Mengingat

Buah tin dinyatakan sebagai salah satu sumber bahan dengan kandungan kalsium dan serat yang tertinggi.

Pada masa Romawi Kuno, buah tin disebut sebagai buah suci. Peradaban Yunani Kuno menggunakan buah tin sebagai makanan pokok. Penggunaan buah, akar, dan daun pohon tin dalam sistem kesehatan tradisional sudah dilakukan turun-temurun. Di antaranya untuk kesehatan liver, tulang, dan susunan saraf pusat.

---

COBALAH menyiapkan buah tin segar atau kering sebagai makanan dalam bulan Ramadan tahun ini. Alasan utama pasti berkaitan dengan keutamaan buah itu, sehingga namanya disebut dalam kitab suci Alquran Surah At Tin. Buah tin juga terpilih sebagai salah satu bahan alam dalam buku pengobatan nabi.

Dikenal dengan nama buah fig atau ara, tanaman asalnya bernama Ficus carica dari suku Moraceae. Berasal dari kawasan Mediterania, Asia Barat dan Selatan, budi daya pohon tin sudah meluas ke seluruh dunia. Pohonnya kecil dengan daun berbentuk seperti daun pepaya. Buahnya berwarna hijau yang saat matang menjadi cokelat atau ungu. Begitu matang, kulit luarnya retak dan memperlihatkan bagian dalam buah yang siap untuk langsung dimakan. Daging buah berasa manis, berbiji banyak dengan ukuran bervariasi, dan crunchy.

Buah tin segar dan kering memang populer sebagai makanan sejak awal peradaban manusia. Pengobatan Yunani menggunakan buah itu sebagai laksatif ringan, ekspektoran, diuretik, mengatasi gangguan liver dan limpa, serta antiradang. Ada penggunaan untuk pengobatan lepra dan sebagai afrodisiaka. Buah yang diolah sebagai sirup terkenal khasiatnya sebagai obat untuk mengatasi sulit buang air besar.

Khasiat itu sudah dipelajari dan tertulis dalam artikel ulasan ilmiah (2021) oleh peneliti Jordania. Dikatakan, kandungan serat buah membantu kelancaran dan keteraturan proses pencernaan. Tin termasuk buah musiman, karena itu kini banyak diperdagangkan dalam bentuk kering di pasar dan pusat perbelanjaan di Makkah dan Madinah.

Kekayaan Zat Bergizi

Budi daya tanaman tin memang utamanya untuk mendapatkan buahnya. Yakni, yang dilukiskan sebagai buah berasa manis dengan daging buah lunak yang ’’meleleh’’ di mulut. Buah tin dinyatakan sebagai salah satu sumber bahan dengan kandungan kalsium dan serat tertinggi. Kandungan kalsium buah kering bahkan lebih tinggi dibanding apel, pisang, kurma, anggur, jeruk, kismis, dan stroberi.

Buah kering sangat kaya serat, mineral tembaga, manganum, magnesium, kalium, kalsium, dan vitamin K dalam konsentrasi yang relatif sesuai kebutuhan harian manusia. Tingginya kandungan serat dapat menjadi pertimbangan perannya dalam pengendalian berat badan.

Keberadaan zat bioaktif golongan fenolik memberi kontribusi pada rasa, warna, dan khasiat buah. Kadar tertinggi adalah rutin, diikuti katekin, chlorogenic acid, epikatekin, gallic acid, dan syringic acid. Percobaan laboratorik menunjukkan perbedaan kandungan zat golongan polifenol, flavonoid, dan antosian di setiap tahapan kematangan buah.

Ada yang saat mentah kulit buahnya keras berwarna hijau, lalu berubah menjadi hijau keunguan. Dan, ketika sudah matang berwarna ungu hitam. Saat kulit buah sudah menghitam maka makin banyak kandungan fenol total, antosianin total, dengan kapasitas antioksidan lebih tinggi.

Perubahan warna pun tergantung varietas buah. Kompleksitas kandungan menjadi alasan kuat terpilihnya buah tin segar sebagai bahan pangan di daerah asalnya.

Kecerdasan dan Kesehatan Otak

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore