Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Februari 2024 | 21.06 WIB

Tips Sperma Bagus dan Baik Agar Anak terhindar dari Stunting dan Cacat

Kepala BKKBN Dokter Hasto. - Image

Kepala BKKBN Dokter Hasto.

JawaPos.com–Sebuah tips menghasilkan sperma yang bagus dan baik untuk membuahi sel telur agar anak terhindar dari stunting dan kecacatan, diungkap Kepala BKKBN Dokter Hasto.

Dokter Hasto mengungkap, tips itu saat menjadi pembicara pada acara Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja di Pendopo Bupati, Kabupaten Kudus (Jawa Tengah), Jumat (23/2).

Menurut dokter Hasto, laki-laki yang ingin spermanya bagus jangan merokok, meminum minuman keras, dan terlalu lama mandi air hangat. Sperma diproduksi berdasar hormon yang diproduksi otak dan testis.

”Tetapi ada juga enzim yang diproduksi hati. Jadi, kalau hatinya rusak, spermanya tidak akan bagus. Maka, orang yang merokok, spermanya tidak bagus,” jelas dokter Hasto.

Mengapa perilaku yang tidak sehat bagi kesehatan sperma adalah merokok, minum minuman keras? Dokter Hasto menjelaskan, itu karena yang mendetoksifikasi miras adalah hati. Hati mencerna alkohol agar tidak menjadi racun bagi tubuh.

Sedangkan mandi air hangat dalam durasi yang lama, lanjut dokter Hasto, bisa mengakibatkan penurunan jumlah sperma. Testis sensitif pada suhu panas. Sehingga bila berendam di air hangat terlalu lama dapat merusak dan menurunkan pergerakan sperma menuju sel telur.

Rencanakan Kehamilan dengan Baik

Dokter Hasto mengingatkan kehamilan harus direncanakan dengan baik agar anak yang dilahirkan sehat, jauh dari kondisi stunting. ”Kalau tidak direncanakan jangan hamil dulu untuk mencegah stunting dan cacat-cacat (pada bayi),” kata dokter Hasto.

Dia mengatakan, kehamilan yang tidak direncanakan biasanya ibu yang hamil tidak mengetahui. Apabila dia tidak sengaja minum obat-obatan yang dilarang diminum ibu hamil, kondisi itu bisa berbahaya bagi perkembangan janin. Misal mengonsumsi obat maag bisa menyebabkan bibir sumbing.

”Begitu mau ketemu (menyatunya bibir kiri dan kanan) di usia kehamilan satu bulan, lalu ibu hamil itu minum obat maag banyak-banyak, terganggu lah pertemuan antara bibir kiri dengan bibir kanan,” jelas dokter Hasto.

Menurut dia, para calon pengantin yang ketika sudah memeriksakan kesehatan dan mengisi aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah Siap Hamil) tidak memenuhi syarat sehat untuk hamil, masih boleh menikah.  Tetapi, diingatkan dokter Hasto, hendaknya menunda kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi.

”Kondom itu bagus untuk orang yang belum punya anak yang ingin tidak hamil dulu. Kalau susuk terlalu lama, tiga tahun. Maka, kondom lebih baik,” urai dokter Hasto.

Alasan mengapa catin (calon pengantin) harus sehat ketika hamil agar tidak melahirkan anak stunting? Sehat itu salah satunya catin perempuan jangan terlalu kurus di mana ukuran lingkar lengan kurang dari 23,5 cm.

Bila ukuran lingkar lengan kurang dari batas minimal, itu tidak baik untuk janin yang dikandung. Hal itu, menurut dokter Hasto, karena tubuh ibu yang terlalu kurus tidak berlemak. Padahal otak bayi membutuhkan lemak.

”Ibu yang mau hamil harus berlemak dan tidak anemia,” tambah dokter Hasto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore