Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Februari 2024 | 15.52 WIB

Ini Efek Kekurangan Vitamin B12 bagi Kesehatan, Simak Cara Mengatasinya dan Info Lengkapnya di Sini

Ilustrasi Vitamin B12. Vitamin B12 adalah salah satu jenis vitamin yang sangat penting bagi tubuh. - Image

Ilustrasi Vitamin B12. Vitamin B12 adalah salah satu jenis vitamin yang sangat penting bagi tubuh.

JawaPos.com – Vitamin B12 adalah salah satu jenis vitamin yang sangat penting bagi tubuh. Vitamin ini berperan dalam pembentukan DNA, produksi sel darah merah, fungsi sistem saraf, dan pembelahan sel.

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, baik fisik, neurologis, maupun psikologis. Artikel ini akan menjelaskan apa saja efek kekurangan vitamin B12 bagi kesehatan, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya.

Efek Kekurangan Vitamin B12 bagi Kesehatan

Dilansir dari laman Healthline, Kamis (22/2), kekurangan vitamin B12 dapat menimbulkan gejala-gejala yang bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan lama kekurangannya. Gejala-gejala tersebut meliputi:

- Perasaan lemah, lelah, atau pucat.
- Nafsu makan berkurang dan penurunan berat badan.
- Sakit pada mulut atau lidah, ulseratif, atau perasaan terbakar.
- Kulit menguning atau memucat akibat penumpukan bilirubin dalam darah.
- Mati rasa, kesemutan, atau rasa terbakar di tangan dan kaki.
- Gangguan penglihatan, seperti kabur, ganda, atau sensitif terhadap cahaya.
- Kesulitan mengingat, berkonsentrasi, atau berpikir jernih.
- Mudah bingung, tersinggung, atau depresi.
- Kesulitan berjalan, berbicara, atau menjaga keseimbangan.
- Detak jantung tidak teratur atau sesak napas.

Gejala-gejala ini disebabkan oleh gangguan dalam pembentukan sel darah merah, kerusakan sistem saraf, dan gangguan metabolisme. Jika tidak ditangani, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

- Anemia pernisiosa, yaitu kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah normal, sehingga menyebabkan kurangnya oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh. Anemia pernisiosa dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan infeksi.

- Kerusakan saraf permanen, yaitu kondisi di mana saraf-saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Kerusakan saraf permanen dapat menyebabkan kelumpuhan, inkontinensia, impotensi, dan gangguan mental.

- Demensia, yaitu kondisi di mana fungsi kognitif, seperti memori, berpikir, dan bahasa, mengalami penurunan yang signifikan. Demensia dapat disebabkan oleh kerusakan otak akibat kekurangan vitamin B12.

Penyebab Kekurangan Vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain:

- Pola makan yang tidak seimbang, terutama bagi orang yang vegetarian atau vegan, yang tidak mengonsumsi makanan hewani yang merupakan sumber utama vitamin B12, seperti daging, telur, susu, dan keju.

- Gangguan penyerapan, yaitu kondisi di mana tubuh tidak dapat menyerap vitamin B12 dari makanan yang dikonsumsi. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

Gastritis, yaitu peradangan pada lapisan lambung, yang menyebabkan berkurangnya asam klorida yang diperlukan untuk memecah vitamin B12.

Penyakit autoimun, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sendiri, termasuk sel-sel yang menghasilkan faktor intrinsik, yaitu protein yang membantu penyerapan vitamin B12 di usus halus.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore