Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 16.20 WIB

Ingat, Cacar Monyet Bisa Menular dengan Cara Ini

 

ilustrasi cacar monyet (freepick)

JawaPos.com–Ketua Satgas MPox PB IDI Dr Hanny Nilasari Sp DVE mengatakan, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit cacar monyet adalah salah satu alasan utama diabaikannya Mpox di Asia Tenggara.

Menurut dia, banyak masyarakat yang masih belum mengetahui gejala Mpox dan mungkin tidak tahu cara melindungi diri dari penyakit tersebut. Kurangnya informasi itu menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan medis, yang dapat berakibat lebih parah.

”Selain itu, sering terjadi kesalahpahaman mengenai penyakit ini bahwa Mpox bukanlah penyakit serius atau tidak umum terjadi,” papar Hanny Nilasari.

Hal itu menurut dia, dapat mengakibatkan kurangnya kepedulian terhadap penyakit itu dan keengganan mengambil tindakan untuk melindungi diri dari infeksi.

”Terlepas dari tantangan-tantangan ini, penting untuk menyadari peran kesadaran masyarakat dalam mengatasi masalah Mpox di Indonesia dan Asia Tenggara. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gejala-gejala penyakit ini dan mendidik masyarakat tentang cara melindungi diri dari infeksi, kita dapat mengurangi penyebaran penyakit dan meningkatkan hasil bagi mereka yang terinfeksi,” kata Hanny.

Hanny mengingatkan, banyak penderita Mpox memiliki gejala ringan yang mungkin tidak cukup parah sehingga memerlukan perhatian medis. Hal itu, dapat mengakibatkan penyakit tersebut terabaikan. Karena orang berasumsi bahwa gejalanya tidak serius dan akan sembuh dengan sendirinya.

”Namun, kasus Mpox yang ringan sekalipun dapat menular dan menyebabkan penyebaran penyakit, serta berakibat fatal terutama pada pasien dengan imunitas rendah,” terang Hanny Nilasari.

PB IDI juga menilai, perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut untuk pengendalian cacar monyet. Banyak pemerintah di kawasan Asia Tenggara yang kurang memperhatikan masalah penelitian. Hal itu menyulitkan organisasi layanan kesehatan menerapkan langkah-langkah pengendalian yang efektif dan melakukan penelitian yang diperlukan mengenai pengobatan dan vaksin.

”Mpox sering kali mendapat prioritas rendah dari berbagai organisasi dan tidak dipandang sebagai isu prioritas dibandingkan penyakit lain, seperti HIV/AIDS, tuberkulosis, atau malaria,” tutur Hanny Nilasari.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per 27 Oktober, terdapat 15 orang dengan kasus positif, dan 1 kasus sembuh (Agustus 2022). Selain itu dari 14 orang kasus positif aktif (positivity rate PCR 44 persen), hampir semua bergejala ringan dan tertular secara kontak seksual.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore