Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 September 2023 | 23.12 WIB

Para Ilmuwan Menemukan Obat Antivirus Ternyata Bisa Memicu Evolusi Covid dan Menyebar Ke Orang Lain

Tidak ada bukti molnupiravir telah menghasilkan varian Covid yang lebih berbahaya, namun para ahli mengatakan mutasi tersebut meningkatkan keragaman genetik virus di alam liar. /Merck/AFP/Getty - Image

Tidak ada bukti molnupiravir telah menghasilkan varian Covid yang lebih berbahaya, namun para ahli mengatakan mutasi tersebut meningkatkan keragaman genetik virus di alam liar. /Merck/AFP/Getty

JawaPos.com - Para ilmuwan menemukan bahwa obat antivirus yang digunakan untuk mengobati para pasien Covid-19 kemungkinan dapat menyebabkan mutasi pada virus dan memicu evolusi dengan varian virus yang baru.

Molnupiravir atau merek Lagevrio yang dirancang untuk memusnahkan virus corona, kini justru diyakini bahwa virus tersebut terkadang dapat bertahan dari pengobatan, sehingga menyebabkan versi mutasi yang terkadang justru bisa menyebar ke orang lain.

Dikutip dari The Guardian, tidak ada bukti molnupiravir telah menghasilkan varian Covid yang lebih berbahaya.

Namun para ilmuwan mengatakan mutasi tersebut meningkatkan keragaman genetik virus di alam liar dan berikan lebih banyak pilihan untuk berevolusi di masa depan.

“Masyarakat punya kekhawatiran mengenai molnupiravir dan dalam beberapa hal hal ini membuat kekhawatiran tersebut menjadi lebih nyata,” kata Dr Theo Sanderson, penulis utama studi tersebut dan peneliti pasca doktoral di Francis Crick Institute di London.

“Kami tahu virus-virus ini masih bisa hidup setelah mengalami sejumlah besar mutasi dan masih dapat menular dalam beberapa kasus,” tambah Dr Theo Sanderson.

Temuan ini penting untuk melanjutkan penilaian terhadap risiko serta manfaat molnupiravir dan obat lain yang sedang dikembangkan yang bekerja dengan cara serupa, kata para peneliti.

Dalam tulisannya di jurnal Nature, para ilmuwan menguraikan sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa molnupiravir kadang-kadang dapat menghasilkan bentuk virus Covid yang bermutasi.

Para ilmuwan menemukan mutasi khas pada virus sejak tahun 2022, setelah molnupiravir diperkenalkan dan mutasi RNA virus, obat tersebut meningkatkan proporsi mutasi spesifik pada wilayah tertentu.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore