
Murid Sekolah Dasar menjalani suntik Vaksin Tetanus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7, Cengkareng Timur, Jakarta, Selasa (7/12/2021). Kemenkes mengatakan capaian imunisasi rutin menurun sejak 2020. Kemenkes meminta seluruh daerah mempercepat progres
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 menurunkan angka cakupan vaksin pada anak salah satunya imunisasi campak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyakit campak sebagai ancaman global yang berkembang karena lebih dari 40 juta anak belum diimunisasi.
Pandemi telah menyebabkan berbagai konsekuensi, termasuk penurunan akses ke layanan kesehatan reguler dan penerimaan imunisasi yang lebih rendah. WHO menyatakan ancaman lain yang akan segera terjadi adalah dunia pasti akan menghadapi campak.
Penularan Campak Sama dengan Covid-19
WHO melaporkan hampir 40 juta anak melewatkan satu atau lebih dosis vaksin campak pada tahun 2021 lalu. Campak memiliki penularan yang mirip dengan Covid-19 yakni menjadi virus pernapasan, menyebar ke orang lain melalui tetesan di udara serta aerosol.
Menurut WHO, dilansir dari Science Times, Sabtu (10/12), sekitar 9 juta orang terinfeksi virus setiap tahun dan sekitar 128 ribu akhirnya meninggal karenanya. CDC juga melaporkan bahwa campak sangat menular. Faktanya, 9 dari 10 orang yang tidak terlindungi dapat terinfeksi setelah terpapar langsung.
Science Alert juga mencatat bahwa R0 atau bilangan reproduksi dasar virus adalah sekitar 12 hingga 18. Ini berarti bahwa rata-rata sekitar 12 hingga 18 orang dari orang yang rentan dapat terinfeksi oleh satu orang.
Mereka yang terkena campak ringan pasti akan mengalami gejala seperti demam dan ruam. Namun, pada kasus yang parah, pasien dapat mengalami pneumonia, kebutaan, dan pembengkakan otak.
Vaksin Campak
Vaksin campak sangat efektif dalam melakukan tugasnya. Dosis dapat diberikan sendiri atau dilakukan bersamaan dengan vaksinasi lain, seperti rubella dan gondongan, sehingga imunisasi MMR akan lengkap.
Sebagian besar negara membagi dosis menjadi dua jadwal terpisah. Suntikan awal biasanya disebarkan saat anak berusia dua belas bulan. Yang kedua mengikuti ketika anak mencapai empat tahun.
Vaksin ini menawarkan perlindungan yang tahan lama dan kompetitif terhadap virus. Faktanya, Science Alert melaporkan bahwa menyelesaikan kedua dosis memberikan tingkat perlindungan sekitar 99 persen terhadap virus tersebut.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
