
Ilustrasi minuman olahan dari jahe.
JawaPos.com - Diabetes merupakan kondisi di mana gula darah melebihi normal. Agar gula darah tetap stabil, maka penting untuk disiplin dalam hal asupan makanan. Penelitian telah jahe telah terbukti membantu menurunkan kadar gula darah.
Jahe paling sering digunakan sebagai bahan masakan di Asia. Anda bisa mengonsumsi jahe segar, kering atau bubuk sebagai teh, makanan, atau sebagai suplemen. Meski begitu disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter.
Dilansir dari Express.co.uk, Sabtu (23/7), dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Ethnic Foods melakukan tinjauan sistematis terhadap penggunaan jahe untuk menurunkan gula darah yang tinggi. Beberapa uji klinis diterbitkan pada tahun 2013 dan 2014, tentang penggunaan jahe dalam mengobati diabetes pada manusia.
Metode Penelitian
Peneliti melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis untuk menggunakan jahe untuk mengobati diabetes. Lima uji klinis acak (RCT) diidentifikasi dan dimasukkan dalam meta-analisis. RCT adalah studi prospektif yang mengukur efektivitas intervensi.
Empat dari RCT dianggap berkualitas tinggi dan berlangsung selama lebih dari berminggu-minggu, satu hanya bertahan selama 30 hari dan dianggap berkualitas rendah. Untuk mengukur dampak pada kadar gula darah rata-rata, para peneliti memberikan perhatian khusus pada dampak pada glukosa darah puasa dan HbA1c dalam penelitian. Glukosa darah puasa mengukur kadar gula darah rata-rata setelah puasa delapan jam dan HbA1c mengukur gula darah selama dua hingga tiga bulan.
Apa Itu Gula Darah Puasa?
Kadar gula darah puasa merupakan kadar glukosa darah yang diukur setelah puasa selama 8-12 jam. Cek glukosa puasa adalah pemeriksaan untuk mengukur gula darah seseorang setelah puasa semalaman. Kadar gula darah puasa pada pasien dinilai normal jika masih di bawah 100 mg/dL.
Hasil Penelitian
Peneliti menyebutkan jahe secara signifikan menurunkan konsentrasi glukosa darah puasa dan kadar HbA1c. Akar jahe secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah dan HbA1c.
"Bila dikombinasikan dengan intervensi diet dan gaya hidup, jahe mungkin merupakan intervensi yang efektif untuk mengelola diabetes mellitus tipe 2 agar tetap stabil," kata peneliti.
Perlu dicatat bahwa penelitian lain belum menemukan bukti, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan. Misalnya dalam jurnal Medicine, peneliti menemukan perbedaan yang tidak signifikan dalam glukosa darah puasa setelah konsumsi jahe.
Namun, mereka menemukan jahe secara signifikan meningkatkan HbA1c. Peneliti menduga bahwa jahe mungkin berdampak pada kontrol glukosa dalam jangka waktu yang lebih lama pada pasien dengan diabetes tipe 2. Diperkirakan bahwa efek ini dikaitkan dengan gingerol, senyawa aktif yang ditemukan dalam jahe.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
