
Ilustrasi wujud virus penyebab cacar monyet (CDC)
JawaPos.com - Virus Hendra kembali muncul pada kuda di Queensland, Australia. Pakar kesehatan mengatakan, memvaksinasi kuda merupakan cara paling efektif untuk membantu menangani virus Hendra. Virus ini merupakan zoonosis langka yang bisa melompat ke manusia.
Dilansir dari Science Times, Kepala Petugas Veteriner Biosekuriti Queensland dr. Alison Crook baru-baru ini mengumumkan seekor kuda telah di-eutanasia setelah kondisinya memburuk dengan cepat. Dalam laporan Outbreak News Today, pemerintah Queensland melaporkan pada akhir pekan bahwa kasus virus Hendra pertama di negara bagian itu dalam lima tahun, sejak 2017. Ia juga mengatakan pemilik kuda harus menjamin bahwa risiko dapat dikendalikan
Vaksinasi Penting
Menurur dr. Crook, pakar Kesehatan Masyarakat Queensland Health, mengatakan sangat perlu mengidentifikasi apakah ada orang yang pernah kontak dengan kuda yang terinfeksi. Para ahli siap menawarkan dukungan, informasi, konseling, pengujian, atau perawatan yang mungkin diperlukan.
Pejabat juga menekankan vaksinasi, dengan mengatakan bahwa memvaksinasi kuda adalah cara paling efektif untuk membantu menangani penyakit virus. "Sayangnya, dalam keadaan ini, kuda yang mati belum diinokulasi untuk virus Hendra,' jelas Dr. Crook pada laporan serupa dari ABC News.
Pada dasarnya, infeksi virus Hendra dapat terjadi sepanjang tahun, sehingga pemilik kuda harus mengambil langkah untuk melindungi diri dan hewannya setiap saat. Pemilik harus segera menghubungi dokter hewan jika seekor kuda sakit.
Bisa Lompat ke Manusia
Disebut juga HeV, infeksi virus Hendra adalah zoonosis langka, penyakit yang dapat ditularkan ke manusia dari hewan. Gejalanya menyebabkan penyakit parah dan seringkali mematikan baik pada kuda maupun manusia yang terinfeksi.
Inang alami virus telah diidentifikasi sebagai kelelawar buah dari genus Pteropodidae Famili Pteropus. HeV diidentifikasi selama wabah penyakit yang awalnya tercatat pada tahun 1994 di pinggiran kota Brisbane, Hendra, Australia.
Wabah tersebut melibatkan lebih dari 21 kuda yang dikandangkan dan 2 kasus pada manusia. Pada 2016, khususnya pada Juli, lebih dari 50 kejadian penyakit yang melibatkan 70 kuda telah dilaporkan.
Gejala
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala infeksi virus Hendra pada manusia berkisar dari seperti influenza ringan hingga penyakit pernapasan atau saraf yang mematikan. Pada kuda, virus dapat menyebabkan berbagai gejala.
Biasanya, terjadi serangan infeksi yang cepat, demam, peningkatan denyut jantung, dan perburukan yang cepat dengan indikasi pernapasan dan, atau neurologis atau sistem saraf. Sedangkan pada manusia, gejala virus Hendra biasanya muncul lima hingga 21 hari setelah kontak dengan kuda yang terinfeksi.
Di antara gejala awal yang umum termasuk demam, sakit tenggorokan, batuk, kelelahan, dan sakit kepala. Meningitis, ensefalitis, atau radang otak, dapat terjadi, menyebabkan sakit kepala, demam tinggi, dan mengantuk. Kadang-kadang dapat menyebabkan koma atau kejang. HeV bisa mematikan.
Pengobatan
Pada dasarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk virus Hendra pada manusia. Sejauh ini hanya perawatan suportif intensif yang dilakukan. Penggunaan antibodi monoklonal saat ini sedang diteliti.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
