Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juni 2022 | 20.41 WIB

Dikabarkan Hilang, Marshanda Idap Bipolar Fase Manik, ini Kata Ahli

Marshanda mengomentari tentang fenomena TikTok yang kini digemari banyak orang di berbagai penjuru dunia. (Instagram Marshanda99) - Image

Marshanda mengomentari tentang fenomena TikTok yang kini digemari banyak orang di berbagai penjuru dunia. (Instagram Marshanda99)

 

JawaPos.com - Artis Marshanda dikabarkan hilang selama dua hari di Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Kabar itu diungkapkan oleh sahabatnya yang menyebut Marshanda dalam kondisi gangguan bipolar fase manik.

"Hilang, seorang warga Indonesia yang baru pertama kali ke Los Angeles, California, AS. Dia sedang dalam kondisi Manic Episode," tulis sahabat Marshanda, Sheila Salsabila.

Sebetulnya apa itu gangguan bipolar? Apa yang dimaksud dengan fase manik?

Kepada JawaPos.com, Psikater dr.Lahargo Kembaren, SpKJ dari RS dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dari RS Siloam Bogor mengatakan gangguan bipolar ditandai oleh seorang pasien datang dengan keluhan emosi yang naik turun. Bila sedang marah seluruh barang di rumah bisa dipecahkan. Tetapi beberapa waktu kemudian dia bisa sedih sekali sehingga mau bunuh diri.

Kondisi awal, kata dia, pikiran pasien terkadang loncat-loncat tidak menentu, kadang merasa begitu berenergi, tetapi kemudian lemah lesu dan tidak bertenaga. Beberapa kali saat kondisi mood yang berat muncul suara-suara bisikan yang tidak ada sumbernya (halusinasi).

"Pasien ini memiliki keluarga yang juga mengalami suatu gangguan mood atau emosi, pernah menggunakan ganja dan pernah ada trauma kepala. Stresor pekerjaan yang berat juga sering membuatnya tertekan. Ini yang disebut sebagai gangguan bipolar," jelasnya, Selasa (28/6).

Apa itu Fase Manik?

Maka gangguan bipolar adalah gangguan yang dapat membuat mood seseorang yang normal dapat menjadi sangat ekstrem. Kondisi inilah yang disebut manik depresif.

Orang dengan gangguan bipolar memiliki mood yang tidak menentu (mood swing). Moodnya dapat berayun dari yang paling rendah (depresi) ke yang paling tinggi (mania).

Saat sedang depresi, gejala yang terberat adalah risiko melakukan perilaku bunuh diri. "Sedangkan saat manik, yang terberat adalah perilaku berisiko yang bisa mengganggu dalam pekerjaan, relasi sosial, dan masyarakat," kata dr. Lahargo.

Gejalanya

Gangguan bipolar (gangguan manik depresi) adalah gangguan biologi yang cukup berat yang mengenai lebih dari 1 persen dari populasi. Gangguan mood terjadi pada kondisi ini. Ini adalah kondisi medis yang memengaruhi mood dan apa yang kita rasakan.

Gejala pada Gangguan Bipolar adalah perubahan mood terjadi silih berganti. Pada satu waktu moodnya bisa meningkat, kemudian bisa berubah jadi menurun atau depresi dan pada saat lain bisa normal.

Mengenal 4 jenis episode mood pada gangguan bipolar. Apa saja?

1. Mania (episode manik)

Mania dimulai dengan perasaan senang disertai dengan energi yang berlebih, merasa sangat kreatif. Perasaan ini secara cepat berkembang menjadi suatu euphoria (perasaan senang yang sangat berlebihan) atau menjadi sangat irrirable/sensitif.

Orang dengan mania biasanya menolak disalahkan dan sering malah marah menyalahkan orang yang menegurnya. Selama satu minggu, terdapat gejala-gejala yang membuat pasien sulit berfungsi dalam hidup sehari-hari.

Ditandai dengan perasaan tinggi, euphoria, hebat, penting, mudah tersinggung. Tidak butuh tidur, punya energi berlebih.

Berbicara sangat cepat sehingga tidak terikuti oleh orang lain. Memiliki ide-ide yang banyak (racing thought).

Perhatian gampang teralih/distracted. Melakukan tindakan yang berbahaya tanpa memikirkan konsekuensinya. Pada keadaan yang berat dapat muncul halusinasi.

2. Hipomania (episode hipomanik)

Episode ini lebih ringan dibandingkan episode manik dengan gejala-gejala yang sama tetapi tidak terlalu menyebabkan gangguan. Selama episode hipomanik ini, pasien dapat merasakan mood yang meningkat, merasa lebih baik dari biasanya dan merasa lebih produktif.

Episode ini dirasakan sebagai perasaan yang baik dan jarang disadari oleh seseorang sebagai hal yang salah.

3.Depresi (episode depresi mayor)

Selama episode ini, selama dua pekan pasien mengalami gejala-gejala seperti perasaan sedih dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya diminati. Kesulitan tidur atau tidur berlebihan.

Kehilangan nafsu makan atau makan jadi terlalu banyak. Sulit berkonsentrasi atau sulit membuat keputusan.

Merasa jadi lambat atau tidak dapat duduk tenang. Merasa tidak berharga, merasa bersalah dan memiliki harga diri yang rendah.

Berpikir tentang kematian dan bunuh diri. Pada keadaan yang berat dapat juga muncul halusinasi.

4. Episode campuran

Dalam satu hari, terdapat perubahan mood mulai dari mania dan depresi yang berlangsung bergantian.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore