alexametrics

Penelitian Ungkap Virus Korona Pada Masker Medis Mati Setelah 1 Minggu

22 November 2020, 11:32:28 WIB

JawaPos.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan senjata antiCovid-19 yang paling efektif adalah masker. Lalu bicara maske bedah atau masker medis, setiap orang disarankan harus membuangnya setelah sekali penggunaan. Sayangnya, kondisi ini meningkatkan masalah lingkungan dengan tumpukan sampah medis.

Salah satu alternatifnya adalah masyarakat diminta menggunakan masker kain yang dapat digunakan kembali. Akan tetapi, sebagian orang lebih memilih masker bedah sekali pakai karena lebih praktis tak perlu harus mencucinya lagi.

“Masker medis hanya untuk sekali pakai,” kata Organisasi Kesehatan Dunia seperti dilansir dari Science Alert, Minggu (22/11).

“Buang masker segera, sebaiknya ke tempat sampah tertutup” tegas WHO.

Namu,n saat keadaan darurat pada April lalu, masker medis mengalami stok yang langka. Sejumlah metode saat itu dilakukan dengan memurnikan masker sekali pakai termasuk memaparkannya ke suhu tinggi atau radiasi ultraviolet.

Ahli mikrobiologi Prancis dan anggota Adios Corona, Denis Corpet melakukan uji coba. Dirinya memasukkan masker dalam amplop kertas dengan tanggal yang ditandai dengan jelas, dan membiarkannya selama tujuh hari.

“Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa virus hampir semuanya mati di masker setelah tujuh hari,” kata Corpet.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di The Lancet menemukan bahwa hanya 0,1 persen virus di permukaan luar masker yang masih dapat dideteksi setelah satu minggu. Namun, metode ini tidak sesuai untuk petugas layanan kesehatan yang terpapar pada viral load tinggi.

Penemu bahan filter bermuatan elektrostatis pada masker N95, Peter Tsai, setuju dengan metode tujuh hari. Namun dia menyarankan untuk membiarkan masker bekas di tempat terbuka selama seminggu sebelum digunakan kembali, sebuah siklus yang menurutnya dapat diulangi lima hingga 10 kali.

“Masker sekali pakai juga dapat ditempatkan di oven,” kata Tsai kepada AFP

Idealnya pada suhu antara 70 dan 75 derajat Celcius (158 dan 167 derajat Fahrenheit), tidak terlalu tinggi untuk menghindari pembakaran plastik, tetapi cukup panas untuk membunuh virus. Namun, masker medis jangan dicuci.

Peneliti Philippe Vroman dari universitas teknik Prancis Ensait sampai pada kesimpulan yang sama. Dia jiga menyarankan agar mengganti masker setiap 4 jam.

Namun tidak semua ilmuwan Prancis setuju. Mereka tetap menegaskan bahwa masker bedah sekali pakai harus dibuang ke tempat sampah setelah digunakan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads