Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Ilham Safutra
Minggu, 5 Desember 2021 | 17.55 WIB

Varian Omicron Berpotensi Kuasai Dunia dalam 3 Sampai 6 Bulan

LEBIH KETAT: Tempat pemeriksaan Covid-19 di area Terminal Tom Bradley di Bandara Internasional Los Angeles. Pemerintah AS akan memperketat skrining setelah varian Omicron masuk ke negara tersebut. (GETTY IMAGES/AFP) - Image

LEBIH KETAT: Tempat pemeriksaan Covid-19 di area Terminal Tom Bradley di Bandara Internasional Los Angeles. Pemerintah AS akan memperketat skrining setelah varian Omicron masuk ke negara tersebut. (GETTY IMAGES/AFP)

JawaPos.com - Virus korona varian Omicron sudah menyebar di sejumlah negara. Perkembangannya begitu pesat. Cepatnya penularannya, varian Omicron diprediksi berpotensi menguasai bumi dalam tiga hingga enam bulan mendatang.

Menurut dr Leong Hoe Nam, ahli kesehatan dari Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena Singapura, varian Omicron telah menjadi jenis Covid-19 yang paling menonjol di Afrika Selatan. Diperkirakan varian itu akan 'membanjiri seluruh bumi' dalam beberapa bulan ke depan.

Maka dari itu, dr. Nam merekomendasikan setiap orang harus didiskrining selama beberapa bulan untuk memastikan bahwa mereka dapat menawarkan perlindungan terhadap varian tersebut.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), pemeriksaan awal strain baru menunjukkan bahwa varian Omicron memiliki risiko infeksi ulang yang lebih besar. Di Afrika Selatan, Omicron saat ini adalah varian Covid-19 yang paling umum semenjak pertama kali ditemukan.

Dokter Nam berpendapat, varian baru ini segera menguasai bumi. "Omicron akan mendominasi dan menguasai bumi dalam 3-6 bulan," katanya dalam laporan CNBC seperti dilansir dari Science Times, Minggu (5/12).

CEO Moderna Stephane Bancel kepada Science Times menyatakan, mereka sedang mengembangkan dan mengirimkan vaksin yang secara tepat menargetkan jenis omicron akan memakan waktu berbulan-bulan.

Para ahli tidak yakin seberapa menular varietas omicron yang sangat berubah itu, tetapi perubahan pada protein lonjakan virus telah dikaitkan dengan peningkatan transmisi dan penurunan perlindungan antibodi.

Omicron telah diidentifikasi sebagai variasi perhatian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Penelitian awal menunjukkan itu memiliki risiko infeksi ulang yang lebih besar," seperti dilaporkan BBC.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore