Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Oktober 2021 | 21.38 WIB

Tabung Kalsium dan Olahraga Bisa Perkuat Tulang, Ini Penjelasan Dokter

Ilustrasi seseorang mengalami skoliosis. - Image

Ilustrasi seseorang mengalami skoliosis.

JawaPos.com - Penurunan massa tulang hingga keropos disebut dengan osteoporosis. Penyakit ini tidak bergejala sehingga masih minim kesadaran masyarakat mengenai ancaman pengeroposan tulang dalam jangka panjang. Maka pentingnya untuk mencegah sejak dini, caranya dengan mengasup kalsium serta melatih tulang agar lebih kuat.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Reumatologi), Subspesialis Rematik dan Sendi DR. dr. Awalia, Sp.PD-KR, FINASIM mengatakan osteoporosis terjadi ketika kepadatan dan kualitas tulang berkurang serta perubahan mikroarsitektur tulang sehingga menjadi lebih keropos dan rapuh. Penyakit ini terjadi secara bertahap dan biasanya setelah memasuki usia 30 tahun kepadatan tulang akan mulai menurun, sehingga dibutuhkan langkah preventif untuk mencegah tulang rapuh dan patah sejak dini.

"Osteoporosis biasanya menyerang orang dengan usia lanjut, namun usia tidak menjadi satu-satunya faktor penyakit ini. Kurangnya asupan kalsium dan aktivitas fisik juga menjadi faktor utama seseorang mengidap osteoporosis," kata dr. Awalia seperti dalam keterangan tertulis, STRONG Nation™, Rabu (20/10).

Menurutnya, usia 20 sampai awal 30 tahun adalah rentang usia pada kondisi puncak massa tulang. Sehingga sangat disarankan untuk menabung kalsium guna mencegah osteoporosis.

"Caranya adalah dengan melakukan olahraga rutin untuk meningkatkan kepadatan tulang. Selain itu imbangi dengan konsumsi makanan bergizi dan kalsium tinggi untuk mendapat kebutuhan vitamin dan mineral yang cukup dalam pembentukan tulang," katanya.

Selain menabung kalsium, tubuh juga harus beraktivitas. Olahraga yang melatih kekuatan otot menggunakan badan sebagai penopang berat. Olahraga seperti ini sangat penting untuk menjaga rangka tubuh dan menaikan massa otot.

"Seiring meningkatnya massa otot maka tulang kita juga akan terlindungi. Ketika kita memiliki massa otot yang baik maka aktivitas sehari-hari akan ditopang oleh otot sehingga tidak mengurangi kepadatan tulang atau tidak mudah jatuh," katanya.

"Tentunya, ketika memulai olahraga pastikan dibawah pengawasan pelatih untuk melakukannya dengan postur yang tepat dan bertahap," jelasnya.

Apa aktivitas olahraga yang cocok untuk otot dan tulang?

Aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk mencegah penyakit osteoporosis pun tidak sembarangan. Musisi Marcell Siahaan yang juga Brand Ambassador STRONG Nation™️ di Indonesia mengatakan manyak jenis olahraga yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk pencegahan osteoporosis. Ia fokus kelas latihan dengan intensitas tinggi atau High Intensive Interval Training (HIIT) yang menggabungkan latihan beban menggunakan berat badan, pengkondisian otot, kardio dan beladiri yang diselaraskan sempurna dengan musik.

"Apapun pilihan olahraganya, tentunya usaha pencegahan osteoporosis ini akan lebih efektif jika dilakukan secara rutin dan konsisten," kata Marcell.

Latihan interval berintensitas tinggi dengan perpaduan antara latihan beban dan latihan kekuatan menjadi salah satu cara efektif untuk merangsang pertumbuhan tulang dan otot serta membakar lebih banyak kalori. Melalui olahraga yang memadukan latihan beban, tulang akan mendapatkan tekanan mekanik yang mampu merangsang peningkatan kepadatan sehingga mencegah terjadinya pengeroposan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore