
Sakit kepala yang sering menehrang tiba-tiba ternyata berkaitan erat dengan gaya hidup yang dijalankan
JawaPos.com - Mendadak merasakan nyeri hebat pada wajah sebelah kiri atau sebelah kanan, jangan dianggap remeh. Sebab itu bisa menjadi gejala penyakit Trigeminal Neuralgia. Penyakit ini merupakan kelainan saraf yang menyebabkan nyeri wajah sebelah yang tidak tertahankan.
"Alangkah hebatnya nyeri yang ditimbulkan, seringkali muncul dorongan untuk bunuh diri pada para penderitanya. Tak heran, penyakit ini dijuluki sebagai suicide disease (penyakit bunuh diri)," kata Dokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) dr. Mustaqim Prasetya, SpBS dalam acara webinar soal ‘International Trigeminal Neuralgia Awareness Day’ baru-baru ini.
Menurut dr. Mustaqim, saking nyerinya, tidak ada kata yang mampu menggambarkan nyeri trigeminal neuralgia. Banyak yang menderita rasa tertusuk jarum pada wajahnya, tak sedikit pula yang merasakan sengatan listrik, dan ada pula yang merasakan kesemutan yang tak tertahankan pada pada satu sisi wajahnya.
Saraf trigeminal sendiri adalah saraf kelima pada otak yang menghantarkan sensasi dari wajah dan rongga mulut serta memiliki 3 cabang. Adalah Oftalmikus, mempersarafi area mata, dahi hingga kepala atas. Maksilaris, mempersarafi area pipi, kelopak mata bawah, bibir atas, hidung, geligi rahang atas, langit-langit rongga mulut, nasofaring. Dan Mandibularis, mempersarafi otot-otot untuk mengunyah dan daerah kulit rahang bawah
“Nyeri ini memiliki tanda khas yakni hanya terjadi pada salah satu sisi wajah saja dan area yang terserang nyeri sesuai dengan 1 atau lebih cabang saraf trigeminal,” jelas dr. Tyo, sapaannya.
Gejalanya
Nyeri biasanya hanya muncul pada salah satu bagian wajah, kiri atau kanan dan bisa muncul dalam hitungan detik sampai menit. Akan tetapi, pada beberapa kasus nyeri dapat berlangsung hingga lebih dari 15 menit, bahkan dirasakan terus menerus.
“Rasa nyerinya hilang timbul. Bagian pipi, rahang, gigi, gusi, dan bibir paling sering kena serangan," katanya.
Hal inilah yang kemudian membuat penderita trigeminal neuralgia menyangka mereka mengalami sakit gigi dan tak jarang berobat ke dokter gigi. Tak sedikit yang giginya sudah melalui perawatan bahkan ada yang dicabut beberapa buah tapi tetap saja serangan nyeri masih dirasakan.
Saraf trigeminal atau saraf otak kelima ini bersinggungan atau menempel secara tidak sengaja dengan pembuluh darah. Karena pembuluh darah ini selalu berdenyut, otomatis saraf akan selalu tertekan dan ini yang menjadi sumber nyeri.
“Akibat gesekan tersebut dapat merusak lapisan myelin atau lapisan pelindung saraf sehingga memicu munculnya cetusan listrik tiba-tiba yang terasa seperti tertusuk, tersayat, terbakar atau kesetrum, dan seolah-olah nyerinya berasal dari gigi atau kulit wajah, padahal bukan itu sumber masalahnya,” papar dokter spesialis bedah saraf yang kata dr. Tyo.
Nyeri tajam ini bisa muncul kapan saja dan bahkan dapat dipicu oleh aktivitas harian yang seharusnya tidak menyebabkan nyeri, seperti mengunyah, minum, berbicara, tertawa atau tersenyum, menggosok gigi, mencuci muka, menyentuh wajah, memakai make-up, terkena angin sepoi-sepoi, bahkan sekadar terkena hawa dingin atau udara AC. Penyebab munculnya serangan nyeri ini ada dua, yaitu primer dan sekunder. Dikatakan sebagai trigeminal neuralgia primer bila tekanan terhadap saraf trigeminal disebabkan oleh pembuluh darah. (sindrom kompresi neurovaskular). Namun bila terdapat tumor, kelainan pembuluh darah, perlengketan, dan kelainan autoimun yang mencederai saraf trigeminal, maka dikatakan sebagai trigeminal neuralgia sekunder.
Penyebab Nyeri
Nyeri secara umum dibedakan menjadi dua macam, yaitu somatik dan neuropatik. Nyeri somatik akan terjadi bila ada kerusakan jaringan, terdapat stimulus yang menyebabkan cedera, berasal dari reseptor nyeri dan biasanya akan sembuh dengan pemberian obat antinyeri yang lazim digunakan sehari-hari.
Sedangkan nyeri neuropatik, berasal dari kelainan saraf, stimulus penyebab nyeri tidak ditemukan, tidak merespons dengan pemberian obat antinyeri lazimnya sehingga membutuhkan obat lain, seperti obat antiepilepsi, misalnya.
Perlu diingat pula, bahwa nyeri wajah tidak melulu hanya disebabkan trigeminal neuralgia. Migrain, nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala kluster, glaukoma, sinusitis, temporomandibular joint pain (TMJ), dan masalah gusi juga bisa menyebabkan nyeri pada wajah.
Nyeri hebat yang muncul saat membasuh muka, terkena dingin atau hangat, menggosok gigi membuat penderita kadang tidak menghiraukan higienitas pribadi berhari-hari.
Pengobatannya
Pengobatan atau penanganan trigeminal neuralgia biasanya dilakukan secara bertahap. Langkah pertama adalah dengan pemberian obat antiepilepsi. Bila nyeri masih ada dan tidak ada perbaikan, maka akan dipertimbangkan untuk meningkatkan dosis atau mengombinasikan obat.
Bila hal-hal tersebut tak kunjung meringankan nyeri, maka dokter akan menganjurkan tindakan bedah mikro, yang dinamakan MVD (MicroVascular Decompression). Operasi bedah mikro akan dilakukan secara bekerjasama tim dokter bedah saraf dan dokter spesialis saraf, guna mencapai hasil yang maksimal dan dengan menekan risiko seminimal mungkin. Untuk meminimalkan risiko komplikasi, maka selama tindakan MVD berlangsung akan dilakukan monitoring ketat fungsi saraf dengan menggunakan alat IOM atau intraoperative monitoring untuk memantau saraf-saraf lain yang berdekatan dengan lokasi operasi.
"Jadi tindakan operasi MVD sejauh ini risiko sangat minimal dengan hasil yang memuaskan. Data internal kami menunjukkan angka bebas nyerinya bisa mencapai 90 persen,” tutup dr. Tyo.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
