
Siswa Perwira Prajurit Karier (PaPK) dan Khusus Tenaga Kesehatan (Susgakes) dari Akmil menjalani Tes PCR sebelum bertugas di RSDC Wisma Atlet, Jakarta, Senin (28/6/2021). Kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota terus mengalami pelonjakan. Hal itu membuat Rumah S
JawaPos.com - Sebagai salah satu cara untuk skrining Covid-19 adalah dengan tes PCR atau juga dengan tes swab antigen. Namun tes swab antigen ternyata terdiri dari dua jenis yaitu tes antigen nasal dan tes antigen nasofaring. Apa bedanya?
Direktur Human Resources Unilever Indonesia Willy Saelan bersama Panbio antigen nasal dari Abbott menjelaskan test swab antigen adalah pilihan tes untuk skrining Covid-19 yang cukup akurat, efektif, efisien dan sangat dianjurkan WHO, karena dapat mendeteksi orang-orang yang terinfeksi virus tersebut. Saat ini, hampir semua perusahaan atau institusi, rutin melakukan rapid test antigen massal secara periodik.
Tujuannya jelas, sebagai sarana skrining untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 apabila ada karyawan yang terindikasi positif dan untuk memastikan operasional perusahaan berjalan baik.
Karena itu, kata dia, sangat wajar jika perusahaan atau institusi berkepentingan menjamin kontribusi seluruh karyawan tanpa terkecuali.
"Satu saja karyawan ada yang lolos skrining tes swab, potensi terjadinya klaster baru sangat mungkin terjadi," kata Willy baru-baru ini secara daring.
Rapid test antigen yang diselenggarakan secara rutin setiap pekan di seluruh lokasi kerja bisa menggunakan swab antigen nasofaring dan swab antigen nasal. Lalu apa bedanya?
"Metode nasofaring mendapatkan banyak penolakan dari karyawan karena ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Akibatnya, tidak seluruh karyawan bersedia melakukan proaktif antigen testing," katanya.
Ini Bedanya Nasofaring dan Nasal
Swab antigen nasofaring dilakukan dengan cara mengambil cairan dari belakang hidung sampai pangkal tenggorokan. Sedangkan swab nasal adalah dengan mengambil spesimen hanya sedalam 2 cm dari ujung lubang hidung.
Mana yang Lebih Efektif?
Praktisi kesehatan dr. Bunga Tarmizi dari Klinik Presiden, Cikarang menjelaskan keduanya efektit untuk mengetes Covid-19. Namun bicara soal kenyamanan, ternyata swab antigen nasal jauh lebih nyaman.
“Ya, maklum saja, orang dites nasofaring setiap minggu pasti tidak nyaman," kata dr. Bunga Tarmizi.
Penggunaan alat tes nasal antigen, jelasnya, tidak menimbulkan rasa sakit karena pengambilan sampel hanya sedalam 2 cm dari ujung lubang hidung. Menurutnya, akurasi tinggi serta kenyamanan karyawan menjadi kunci 100 persen kontribusi karyawan dalam pelaksaan tes.
Antigen nasal tidak memerlukan instrumentasi dan memberikan hasil sekitar 15 menit. Pengambilan spesiman juga singkat sehingga meminimalkan refleks yang mengganggu seperti batuk dan bersin tanpa mengurangi keakuratan hasilnya.
Dengan proses yang simple, alat ini sangat cocok untuk pengujian dalam skala besar. Ia mengakui, sangat logis kalau dalam setiap tes selalu saja ada orang yang menunjukkan reaktif positif.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
