Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Maret 2021 | 18.54 WIB

Pasien Covid-19 dengan Infeksi Gusi Serius 9 Kali Berpotensi Meninggal

Ilustras pembersihan gigi berlubang. - Image

Ilustras pembersihan gigi berlubang.

JawaPos.com - Kesehatan gusi, gigi, dan mulut, bisa dikaitkan dengan infeksi Covid-19. Dalam penelitian disebutkan pasien Covid-19 yang memiliki masalah gigi, gusi, dan mulut yang serius berpotensi mengalami keparahan.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K). MM, mengatakan bakteri di rongga mulut dapat memasuki aliran darah dan menyebabkan infeksi, serta peradangan di bagian tubuh lain. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, dapat memicu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia seperti stroke, jantung dan diabetes.

Dalam laman Prevention, penelitian mengungkap faktor risiko baru dari Covid-19 yang kini bisa terkait dengan penyakit gusi. Kondisi ini dapat memengaruhi hingga setengah dari orang dewasa Amerika, dan tampaknya terkait dengan tingkat kematian Covid-19 yang lebih tinggi. Kondisi ini diumumkan pada sebuah studi baru yang diterbitkan awal bulan ini di Journal of Clinical Periodontology.

Baca Juga: Gigi Berlubang Jangan Dibiarkan di Tengah Pandemi

Penelitian terbaru menemukan bahwa pasien dengan Covid-19 yang memiliki masalah pada jaringan periodontal (infeksi gusi serius), berpotensi 9 kali lebih mungkin untuk meninggal dunia, 4,5 kali lebih mungkin membutuhkan ventilator, dan 3,5 kali lebih mungkin dirawat di ICU, dibandingkan pasien tanpa ada tanda-tanda permasalahan kesehatan gigi dan mulut seperti disebutkan dalam laman Prevention.

Dalam studi tersebut, para peneliti mengikuti 568 pasien yang terinfeksi dengan novel coronavirus, membaginya menjadi dua kelompok. Yakni mereka yang tidak memiliki masalah besar (gejala ringan) dan mereka yang menghadapi komplikasi seperti masuk ke ICU dan ventilasi atau pada akhirnya, kematian.

Sebelumnya penelitian dari Meksiko dan Inggris, yang masing-masing dirilis pada bulan Juni dan November tahun lalu, juga mengidentifikasi penyakit periodontal sebagai faktor risiko yang signifikan dari infeksi SARS-CoV-2 yang parah dan kematian. Gejala oral yang baru ditemukan seperti Covid lidah, yang menyebabkan benjolan, peradangan, dan perubahan warna pada lidah mengaitkan hubungan antara virus dan mulut.

“Kami sudah lama tahu, puluhan tahun, bahwa kesehatan mulut berhubungan dengan paru-paru dan kesehatan jantung. Maka penting untuk memperhatikan kesehatan gigi dan mulut," tutup Ahli kesehatan Kami Hoss, DDS, anggota Dewan Konselor di UCLA School of Dentistry dan CEO dari praktik yang berbasis di San Diego, AS.

Merespons urgensi ini, di Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2021 mengajak masyarakat memahami eratnya kaitan kesehatan gigi dan mulut terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kampanye #SikatGigiSekarang! mendorong keluarga Indonesia bersama-sama menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/5GAoy3_Kjpk

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore