Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Februari 2021 | 18.25 WIB

Hati-hati Berlebihan, Catat Batas Aman Kafein Bagi Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hamil. Saat berpuasa, ibu hamil harus memerhatikan asupan makanan agar janin tetap terpenuhi gizinya. (Romper) - Image

Ilustrasi ibu hamil. Saat berpuasa, ibu hamil harus memerhatikan asupan makanan agar janin tetap terpenuhi gizinya. (Romper)

JawaPos.com - Dokter umumnya menyarankan ibu hamil untuk membatasi asupan kafeinnya. Itu berarti bumil harus lebih sedikit minum kopi dan minuman berkafein. Tapi berapa banyak?

Pedoman terkini yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan kafein di bawah 300 mg/hari selama kehamilan, sementara American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan Norwegian Food Safety Authority setuju dengan Rekomendasi Nutrisi Nordik (NNR), merekomendasikan a asupan kafein 200 mg/hari. Baru-baru ini, sebuah studi terbaru diungkap tentang dampak kafein pada perkembangan otak anak-anak.

Apa Kata Para Ahli

Kafein dikatakan dapat memengaruhi plasenta. Selain itu, tubuh bumil melambat dalam metabolisme kafein saat kehamilan berlangsung.

Baca Juga: Ada Riwayat Penyakit, Bumil Wajib Hati-Hati Pada 3 Trimester Kehamilan

Dilansir dari Science Times, Selasa (16/2), ACOG dan American Pregnancy Association merekomendasikan konsumsi kafein bumil kurang dari 200 mg/hari seperti lapor ScienceAlert. Itu setara dengan satu hingga dua cangkir kopi.

Sementara itu, National Health Service (NHS) Inggris dan European Food Safety Authority (EFSA) mengatakan bahwa membatasi asupan kafein selama kehamilan yakni jumlah sedang sebesar 200 mg/hari. Para peneliti mencatat bahwa sejumlah besar penelitian setuju bahwa kafein harus dibatasi selama kehamilan, tetapi bumil tidak perlu sepenuhnya menghentikan kafein. Mereka mengatakan bahwa risiko asupan kafein sangat rendah.

Apakah Kafein Aman Selama Kehamilan?

Data yang bertentangan tentang keamanan dan konsumsi makanan kafein selama kehamilan membuat banyak orang bertanya apakah itu menyebabkan keguguran atau akan mempengaruhi perkembangan anak.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di NCBI, para peneliti mengatakan bahwa sebagian besar data tentang asupan kafein selama kehamilan tidak menunjukkan peningkatan risiko kehamilan yang merugikan, kesuburan, atau masalah perkembangan saraf. Asalkan membatasi konsumsi kafein 300 mg/hari atau kurang.

Itu berarti konsumsi kafein satu hingga dua cangkir per hari diperkirakan tidak menimbulkan efek samping. Selain itu, penelitian tentang efek kafein pada otak yang sedang berkembang masih terbatas.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/gXCWrAfwLu4

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore