Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Februari 2021 | 20.29 WIB

Mengandung Kafein, Mungkinkah Seseorang Bisa Kecanduan Teh?

Minum teh di pagi dengan perut kosong ternyata tidak baik bagi kesehatan. (tea lover) - Image

Minum teh di pagi dengan perut kosong ternyata tidak baik bagi kesehatan. (tea lover)

JawaPos.com - Teh adalah salah satu minuman paling favorit. Teh juga mengandung sejumlah senyawa di dalamnya termasuk kafein. Jika seseorang bisa kecanduan minum kopi yang juga mengandung kafein, mungkinkah seseorang bisa kecanduan teh?

Jenis teh yang berbeda mengandung jumlah kafein yang bervariasi, zat psikoaktif yang paling umum dikonsumsi di seluruh dunia. Kafein sering dicap sebagai zat adiktif karena memiliki struktur kimiawi yang menyerupai adenosin, yakni senyawa yang secara alami ditemukan di tubuh dan melemaskan sistem saraf pusat.

Karena struktur kimianya ini, kafein dapat masuk ke dalam reseptor adenosin yang terletak di otak dan mencegah adenosin mengikatnya. Kekurangan adenosin yang dihasilkan mencegah sel-sel otak yang lelah.

Baca Juga: Kafein Pada Kopi Picu Kecanduan, Ini Pengaruhnya Pada Gula Darah

Teh juga dapat menyebabkan tubuh melepaskan lebih banyak stimulan alami lainnya, seperti dopamin, yang selanjutnya menekan perasaan lelah dan membantu seseorang tetap terjaga.
Ada spekulasi bahwa minum minuman yang mengandung kafein secara teratur, termasuk teh, dapat menyebabkan sel-sel otak Anda membuat lebih banyak reseptor adenosin untuk mengimbangi yang diblokir oleh kafein.

Lalu apakah bisa kecanduan minum teh?

Kecanduan muncul dalam berbagai bentuk dan bentuk tetapi cenderung memiliki beberapa gejala klinis yang sama. Yang paling sering digunakan oleh profesional kesehatan untuk mengenali kecanduan meliputi,

1. Terus diminum meskipun mengalami efek samping.

2. Keinginan yang terus-menerus atau upaya yang gagal untuk mengontrol atau mengurangi penggunaan.

3. Mengalami gejala gelisah saat saat mengurangi atau menghentikan penggunaan

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang yang secara teratur mengonsumsi kafein dapat mengalami gejala seperti kecanduan. Dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengakui ketergantungan kafein sebagai sindrom.

Namun di sisi lain, dilansir dari Healthline, Selasa (2/1), American Psychiatric Association (APA) tidak mengklasifikasikan kecanduan kafein sebagai gangguan penyalahgunaan zat. Saat ini tidak jelas berapa banyak orang yang mengalami gejala seperti kecanduan akibat minum teh.

Informasi juga terbatas tentang apakah peminum teh kesulitan mengurangi asupannya. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak penelitian sebelum kesimpulan dapat dibuat tentang sifat adiktif teh.

Batasan Dosis

Masih belum jelas berapa banyak teh yang boleh diminum per hari sebelum berisiko kecanduan. Namun maksimal asupan kafein yakni hanya mengonsumsi 100 mg per hari.

Kandungan kafein dalam teh tergantung dari varietasnya. Berikut jumlah kafein yang biasanya ditemukan dalam 1 cangkir (240 mL).

Teh hitam: 35–44 mg
Teh hijau: 33–71 mg
Teh oolong: 37–38mg
Teh putih: 33–48 mg
Teh matcha: 38–89 mg
Yerba mate: 45–67 mg
Teh tanpa kafein: hingga 12 mg
Teh herbal: 0 mg

Berdasarkan angka-angka ini, minum lebih dari 2 cangkir jenis teh setiap hari mungkin bisa menyebabkan gejala kecanduan fisik. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum kesimpulan yang kuat.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/EB9oSHvfrNI

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore