
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Dr. Moh Adib Khumaidi, Sp.OT
JawaPos.com – Masyarakat seringkali takut pergi ke dokter. Apalagi jika sakitnya hanya keseleo, terkilir, atau pegal linu biasa. Bahkan saat kecelakaan pun, masyarakat lebih memilih pengobatan alternatif, bukan ke dokter. Lalu apa bedanya dengan akupuntur?
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Dr. Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT menilai masyarakat punya pilihan tersendiri dalam berobat. Apalagi ketika berbicara pengobatan tradisional pijat dan urut, biasanya menjadi pilihan utama bagi masyarakat sebelum pergi ke dokter.
“Saat ada masalah otot, tulang, dan sendi memang kami tak menafikan ada urusan tradisional berperan di situ, pijat urut, macam-macam. Itu hanya satu kota Jakarta ya Tapi pada saat kita bicara ortopedi, bukan sebatas ada patah tulang, agar tulangnya nyambung atau tidak,” katanya saat berbincang dengan JawaPos.com baru-baru ini.
Sebab bicara soal pengobatan tulang, kata dia, adalah bicara tentang restorasinya, bicara tentang fungsinya. Pengobatan tentu bertujuan agar pertumbuhan tulang dan otot yang bagus sehingga bisa berfungsi dengan normal. “Targetnya kan itu sebenarnya,” tegas Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu.
Penyebab gangguan fungsi tulang paling banyak adalah karena penyakit degeneratif dan trauma. Trauma paling banyak disebabkan oleh kecelakaan, dan bisa juga karena olahraga.
“Sekarang pengguna motor semakin banyak. Sebab angka kepatuhan berlalulintas masih rendah. Belum lagi saat bermain futsal risiko cedera setelah olahraga. Sehingga mau tak mau dihadapkan kondisi risiko di tulang sendi dan otot,” ujarnya
Pengobatan Alternatif dan Akupuntur
Saat masyarakat memilih pengobatan alternatif, Adib menilai pengobatan tulang tak cukup hanya sekadar menyambung. Bagaimana jika posisi tulangnya bengkok?
“Kalau di alternatif kan sekedar tulangnya nyambung. Nah ternyata kalau posisi tulangnya bengkok? Jika tulang pasiennya nanti ada kelainan, mau enggak mau ada tindakan lagi, ada rekonstruksi. Tapi itu pilihan ya,” jelasnya.
Sedangkan akupuntur, terkadang bisa diselaraskan dengan pengobatan medis. Pengobatan yang berasal dari Tionghoa itu juga dipercaya bisa menyembuhkan berbagai gangguan tulang, sendi, dan otot.
“Akupuntur terutama masalah nyerinya, akan merangsang nyeri, rangsang saraf. Itu peran akupuntur. Terkadang kami butuhkan juga akupuntur serta fisioterapi. Sebab dari sisi medis, kami bicara soal sharing. Enggak semuanya selesai di ortopedi,” tutup Adib.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
