
DEMAM BERDARAH: BPPT telah menemukan KIT DBD untuk memudahkan diagnosis sakit DBD.
JawaPos.com - Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi permasalahan di Indonesia. Saat ini metode pengendalian penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu pun terus dikembangkan.
Salah satunya dilakukan oleh tim Riset World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta yang memanfaatkan bakteri Wolbachia. Peneliti Utama WMP Yogyakarta Adi Utarini mengatakan, telah melakukan penelitian tersebut sejak 2011.
’’Jadi penelitian ini sebetulnya yang kita lakukan adalah sebuah intervensi lingkungan, jadi kita mencoba dengan nyamuk aedes aegypti, ini adalah pembawanya virus demam berdarah, tetapi sudah ada bakteri wolbachianya," terang dia dalam live Instagram di akun @gusnizam, Senin (21/12).
Bakteri wolbachia merupakan bakteri yang hidup sebagai parasit pada hewan artropoda, seperti nyamuk. Infeksi wolbachia pada nyamuk aedes aegypti ini akan menyebabkan virus DBD musnah. ’’Ketika nyamuk ini dilepas dalam bentuk telur, telur nyamuk kita titipkan dalam ember ke masyarakat, itu nanti bakteri wolbachianya bisa menekan virus demam berdarah, sehingga kalau nyamuknya menggigit manusia itu virusnya tidak ikut ditularkan,’’ ujarnya.
Adapun, dampak yang diberikan tentunya sangat baik bagi masyarakat. Sebab, bisa menekan angka penularan DBD hingga 77 persen di suatu wilayah yang nyamuknya mengandung bakteri wolbachia.
’’Impact-nya nanti akan menunjukkan bahwa kasus demam berdarah itu bisa sangat menurun sebesar 77 persen, dibandingkan dengan wilayah yang tidak menggunakan intervensi wolbachia. Jadi impact-nya yang diharapkan itu demam berdarah menjadi sangat menurun di masyarakat,’’ tegasnya.
Hal itu, kata dia sudah dibuktikan dengan penelitian di sebuah wilayah kecil di DI Jogjakarta beberapa tahun silam. Selama periode itu hingga sekarang, belum ditemukannya lagi kasus DBD pada daerah tersebut. ’’Ada yg sudah kami lepas 5 tahun, di wilayah kecil. Sejak 2014, sampai sekarang itu wolbachia-nya terus ada. Itu kami yakin tidak hilang. Pada 2016 kami mencoba memperluas di separo wilayah Jogjakarta. Kasus demam berdarah akan kita terus pantau,’’ urainya. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=PL0iWS1l35U

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
