Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Desember 2020 | 21.00 WIB

Terima Kasih Program JKN-KIS, Anak Saya Sembuh dari Tumor

Ilustrasi kartu JKN-KIS (Antara) - Image

Ilustrasi kartu JKN-KIS (Antara)

JawaPos.com - Murni, 23; dan Sutikman, 26, menceritakan manfaat besar dari program JKN-KIS dalam menyelamatkan putranya, Fakih Husni Agustian, dari diagnosa tumor di pipi.

Pasutri asal Dusun Sri Mulyo, Desa Lambur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, itu mengaku sempat menyerah merawat putra pertamanya yang berusia tiga bulan ketika didiagnosa menderita tumor jinak di pipi.

Pasalnya, selain keterbatasan biaya karena belum terdaftar program JKN-KIS. Ditambah pula tempat tinggal sulit dari akses untuk mendapatkan pelayananan kesehatan yang layak.

Murni menuturkan, Fakih didiagnosa menderita tumor pipi pada usia dua bulan. Hal itu bermula dari kecurigaannya terhadap benjolan tidak biasa di pipi Fakih. Akibat benjolan itu Fakih sulit mengkonsumsi ASI (Air Susu Ibu). “Setiap mau diberi ASI, Fakih selalu menangis. Terkadang sampai demam,” jelasnya.

Lantas Murni memeriksakan Fakih ke puskesmas pembantu di dekat rumahnya. Di sana dia dianjurkan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Anjuran itu membuat Murni semakin bingung. Sebab dirinya belum terdaftar sebagai peserta program JKN-KIS. Hanya suami yang telah terdaftar sebagai peserta. Itupun dengan status masih tergabung dengan orang tua.

Pihak Puskesmas lalu menganjurkan diri Murni untuk segera mendaftar sebagai peserta program JKN-KIS. Tujuannya, jika ditemukan diagnosa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Kita diberi tahu oleh pihak Puskesmas untuk mendaftar sebagai peserta BPJS (Peserta JKN-KIS) agar proses pelayanan kesehatan berjenjang dan layanan kesehatan yang diberikan sesuai. Akhirnya kami melakukan pendaftaran. Alhamdulillah prosesnya cepat setelah 14 hari masa administrasi kartu tersebut bisa digunakan untuk pengobatan Fakih,” sebutnya.

Photo

Murni bersama bayinya Fakih Husni Agustian yang baru saja dioperasi atas tumor di pipi. Warga Dusun Sri Mulyo, Desa Lambur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, itu sangat merasakan sekali manfaat JKN-KIS. (BPJS Kesehatan for JawaPos.com)

Setelah kepesertaan program JKN-KIS milik Murni dan Fakih aktif, mereka melanjutkan proses pengobatan Fakih melalui RSUD Nurdin Hamzah. Dari pemeriksaan di RSUD Nurdin Hamzah diketahui bahwa benjolan yang terdapat di pipi Fakih adalah tumor jinak dan harus segera diangkat.

“RS Nurdin menerbitkan surat rujukan untuk dibawa ke RS yang ada di Kota Jambi. Di RS Nurdin belum tersedia dokter spesialis yang dapat melakukan operasinya. Akhirnya Fakih kami bawa ke Jambi untuk mendapat tindakan,” terang Murni.

Sebelumnya Murni pernah mendapat cerita bahwa apabila mendapat tindakan operasi medis tanpa menggunakan program JKN-KIS, maka biayanya bisa mencapai Rp 20 juta.

Lantas setelah mendapat pengobatan dengan mengggunakan program JKN-KIS, Murni dan suami tidak pernah mengeluarkan biaya sedikit pun untuk Fakih.

“Saya sangat berterima kasih dengan adanya program ini. Dengan program ini anak saya bisa berobat dengan pelayanan baik tanpa harus mengelurkan biaya sedikit pun. Kami berharap program yang sangat baik ini akan terus bertahan sampai Fakih dewasa,” tutup Murni.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore