Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 November 2020 | 21.24 WIB

Peneliti Ingatkan Virus Korona Jenis Baru yang Bermutasi di Alam Liar

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Virus yang berasal dari inang hewan sebelum menyebar ke manusia bukanlah hal baru. Salah satunya virus korona yang saat ini terjadi dan menyebabkan pandemi Covid-19.

Pakar penyakit menular Singapura, Wang Linfa, Kamis (12/11) mengatakan salah satu karakteristik yang lebih mengkhawatirkan dari SARS-CoV-2 adalah bahwa virus ini dapat menyebar dari manusia kembali ke inang hewan. Sebuah proses yang dikenal sebagai spillback dan kemudian ke manusia lagi.

Berbicara pada seminar virtual 'Membedah penyakit dan efeknya', Profesor Wang mengatakan tidak ada keraguan bahwa SARS-CoV-2 berasal dari hewan. Menurutnya, dunia penelitian belum menemukan virus yang identik dengan Sars-CoV-2 pada hewan.


"Kami tahu bahwa virus terkait dapat menginfeksi kelelawar dan trenggiling di lingkungan alaminya," kata Prof Wang, yang juga Direktur Program Emerging Infectious Diseases di Duke NUS Medical School.

"Tapi kami sekarang telah menemukan fenomena spillback. Dari manusia telah menularkan virus ke kucing, anjing, harimau, singa," jelasnya seperti dilansir dari Straits Times, Jumat (13/11).

Prof Wang mencatat bahwa kasus peternakan yang membawa bentuk virus yang bermutasi telah terdeteksi di Belanda. Dan baru-baru ini di Denmark. Setelah menulari lagi ke hewan, lalu menularkan virus kembali ke manusia.

“Ini sangat menakutkan, tapi ini bukan kasus terburuk karena kita masih berurusan dengan hewan ternak, solusinya bisa mengendalikannya dengan menyembelih atau mengarantina hewan,” kata Prof Wang.

Yang lebih mengkhawatirkan, katanya, adalah kemungkinan satwa liar lain menjadi inang virus, yang kemudian akan bermutasi dan menciptakan varian baru. "Dari Sars-CoV-2, kita akan memiliki Sars-CoV-3, 4, 5 dan itu dapat menyebar ke hewan lain dan kembali ke manusia. Ini adalah ancaman nyata dan kita benar-benar perlu memikirkannya," tukasnya.

"Hampir setahun sejak kasus pertama Covid-19 dilaporkan di kota Wuhan di China, pertanyaan tentang bagaimana tepatnya pandemi dimulai dan dari mana virus itu berasal belum terjawab," kata Prof Wang.

Prof Wang mencatat kerabat genetik terdekat dari virus yang bertanggung jawab atas Covid-19 pada manusia ditemukan di inang kelelawar di provinsi Yunnan, dekat perbatasan selatan China dengan Myanmar, Laos, dan Vietnam. Karena Asia Tenggara memiliki keragaman genetik kelelawar yang lebih tinggi daripada Tiongkok, para ilmuwan memiliki peluang lebih baik untuk menemukan asal Covid-19 di luar Tiongkok.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=tLy_yf3Wclo

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore