Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 November 2020 | 21.32 WIB

Peneliti Uji Coba Aspirin Sebagai Obat Pengencer Darah Pasien Covid-19

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Salah satu gejala dan keluhan yang dialami pasien Covid-19 adalah gumpalan atau pembekuan darah. Untuk mengatasinya, diperlukan obat pengencer darah.

Para peneliti di Inggris memulai Evaluasi Acak Terapi Covid-19, dengan lebih dari 16 ribu pasien di 176 rumah sakit. Mereka baru-baru ini mengumumkan rencana untuk memasukkan aspirin sebagai pengobatan obat tambahan dalam percobaan pemulihan karena memiliki sifat anti-pembekuan darah.

Banyak pasien dengan kasus yang parah telah diamati mengalami pembekuan darah, biasanya karena kondisi yang mendasari seperti kondisi kardiovaskular. Aspirin dapat digunakan sebagai agen antiplatelet untuk mengurangi risiko pembekuan darah pada pasien Covid-19.

Dilansir dari Science Times, Senin (9/11), Peneliti Profesor Peter Horby mengatakan bahwa aspirin merupakan tambahan penting untuk uji coba karena aman, murah, tersedia secara luas, dan mungkin bermanfaat bagi pasien yang sakit kritis. Uji coba akan membantu menentukan apakah obat berusia 160 tahun itu dapat digunakan sebagai pengobatan yang efektif. Setidaknya 2 ribu pasien secara acak akan menerima 150 miligram aspirin yang ditambahkan ke pengobatan standar mereka setiap hari.

Ahli lainnya, Profesor Martin Landray menjelaskan bagaimana aspirin digunakan untuk mengobati berbagai kondisi yang berhubungan dengan pembekuan darah seperti stroke dan serangan jantung. Sehingga, hasilnya akan mengungkapkan apakah ada manfaat yang jelas bagi pasien dengan Covid-19? Dan apakah manfaat tersebut lebih besar daripada potensi efek samping seperti risiko perdarahan?

Gumpalan Darah pada Pasien Covid-19

Sebelumnya pada Juli, para peneliti menerbitkan sebuah penelitian yang menghubungkan virus Korona dan pembekuan darah kaki atau trombosis, yang menyebabkan iskemia kaki. Gumpalan darah di arteri pulmonalis (paru-paru) bisa dialami pasien sejak dini.

Peneliti Dr Inessa Goldman menjelaskan bahwa iskemia kaki yang terkait dengan virus Korona mengakibatkan tingginya persentase amputasi atau kematian. Pasien dengan virus Korona dan trombosis meningkatkan risiko kerusakan lapisan arteri dan reaksi kekebalan lainnya.

Dalam studi lain, otopsi pasien virus Korona juga mengungkapkan trombosis (gumpalan darah) di ginjal dan jantung. Penemuan yang menonjol pada pasien, ketika mereka masih hidup, adalah kerusakan alveolar difus atau respon tubuh terhadap jaringan paru-paru.

Profesor Beverly Hunt dari Thrombosis UK menjelaskan bahwa Covid-19 menyebabkan darah menjadi lengket, sehingga terjadi trombosis vena dalam. Para peneliti dari Imperial College London merekomendasikan bahwa obat pengencer darah dapat ditambahkan untuk pengobatan pasien Covid-19.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=BD0jB5iDidY

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore