Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Oktober 2020 | 05.38 WIB

Ternyata Virus Korona Sudah Serang Manusia Sejak Tahun 1960

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 yang baru, Profesor Wiku Adisasmito. - Image

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 yang baru, Profesor Wiku Adisasmito.

JawaPos.com - Virus korona jenis baru yang muncul di Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019, membuat dunia kehilangan jutaan nyawa. Belum lagi dampaknya secara ekonomi yang dihadapi setiap negara. Virus korona sendiri ternyata sudah lama muncul dalam sejarah kesehatan manusia. Sedangkan virus terbaru kali ini bernama SARS-Cov-2.

Menurut Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, sejak awal virus Korona dapat menyerang baik manusia maupun hewan. Menurutnya virus Korona sudah menyerang manusia sejak lama.

"Coronavirus mulai menyerang manusia sudah sejak tahun 1960an," katanya dalam konferensi pers, Kamis (22/10). Dia menambahkan, sampai saat ini sudah terdapat 7 jenis virus Korona yang dapat menginfeksi manusia. Dan jenis terbaru yang ditemukan adalah SARS-Cov-2, virus penyebab Covid-19.

"Sedangkan Covid-19 ini merupakan infeksi yang baru, dan sampai saat ini ilmuwan dan para ahli sedang mengenali karakteristik penyakit ini, dan masih terus berlangsung research ini untuk mengenali karakter virus penyebab Covid-19 yang digunakan sebagai dasar pengembangan vaksin," jelasnya.

Menurut Wiku, proses pengembangan vaksin dilakukan melalui tahapan yang kompleks dan melibatkan lembaga kementerian maupun lembaga negara serta BUMN. Oleh karena itu, kata dia, presiden telah mengeluarkan PP pengadaan dan pelaksanaan Covid-19.

"Penting diketahui, hingga saat ini belum ada negara di dunia yang sudah memproduksi vaksin Covid-19 secara massal, sampai saat ini Indonesia terus mengupayakan pengadaan vaksin ataupun memproduksi vaksin secara mandiri," katanya.

Maka melihat peran penting dan dampak yang diberikan oleh vaksin Covid-19 ini terhadap upaya perlindungan masyarakat, Prof Wiku mengingatkan proses pengembangan vaksin maupun vaksinasi perlu dilakukan secara hati-hati namun tetap tanggap terhadap perubahan yang sangat dinamis di masa pandemi ini.

"Tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, selain itu masyarakat juga tidak perlu khawatir akan kelompok prioritas penerima vaksin. Pemerintah tetap mengupayakan pemerataan penerimaan vaksin nasional untuk menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity," tegasnya. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=R2na7gdVDyg&ab_channel=jawapostvofficial

 

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore