
ILUSTRASI. Saat sedang berlari atau olahraga jogging sendiri, sebaiknya dilepas. Sebab tetap pakai masker saat berlari atau jogging bisa merusak paru-paru. (123rf)
JawaPos.com - Salah satu cara menghindari penularan virus Korona adalah dengan memakai masker. Tapi ingat, jangan kebablasan. Saat sedang berlari atau olahraga jogging sendiri, sebaiknya dilepas. Sebab tetap pakai masker saat berlari atau jogging bisa merusak paru-paru.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Senin (11/5), Rumah Sakit Pusat Wuhan memperingatkan agar tidak mengenakan masker saat berolahraga. Peringatan ini dikeluarkan setelah seorang pelari menderita gangguan fungsi paru-paru usai berlari menggunakan masker.
Pria 26 tahun itu diketahui tidak memiliki kebiasaan berolahraga sebelumnya. Ia pun mulai berjalan ringan setengah bulan lalu untuk tetap sehat. Kemudian dia meningkatkannya dengan olahraga jogging. Meskipun menyadari sulit bernapas saat jogging pada 7 Mei, ia tetap memakai maskernya untuk melindungi dirinya dari kemungkinan tertular Covid-19.
Empat kilometer setelah berlari, dia merasakan sakit di dadanya dan mendapati dirinya bernapas lebih keras dari biasanya. Meskipun dia mencoba untuk melanjutkan, ketidaknyamanan membuatnya menyerah dan berhenti jogging.
Pria muda itu pulang ke rumah. Namun, dia tidak merasa lebih baik. Gejala-gejalanya tidak mereda dan rasa sakit bertambah ketika dia berjuang untuk bernapas. Keluarganya segera membawanya ke rumah sakit.
Setelah diperiksa, dokter menemukan bahwa paru-paru kiri pelari telah rusak. Paru-parunya dikompresi sebanyak 90 persen Sehingga menyebabkan organ hatinya bergeser ke kanan. Seandainya pelari itu terlambat dibawa ke RS, dia pasti sudah mati. Untungnya, operasi darurat itu sukses dan pria itu sekarang dalam kondisi stabil.
Anak muda saja bisa separah itu. Apalagi usia tua yang lebih rentan terhadap serangan paru-paru yang tiba-tiba.
Sedangkan, Direktur Departemen Bedah Toraks menghubungkan insiden pelari tersebut dengan kondisi fisik seseorang seperti dilansir dari AsiaOne, Jumat (15/5). Seorang Ahli Penyakit menular yang berpraktik di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Dr Leong Hoe Nam, mengatakan kepada AsiaOne bahwa mungkin ada alasan lain yang membuat paru-paru pria itu jadi kolaps.
Menurutnya, mereka yang tinggi dan kurus cenderung memiliki paru-paru yang tidak sebagus yang lain. Jika mereka tiba-tiba melakukan olahraga yang berat, tekanan tiba-tiba di paru-paru dapat menyebabkan kerusakan.
"Apalagi masker itu bisa makin memicu serangan jantung. Meskipun mengenakan masker saat berada di luar ruangan sekarang wajib, tapi pengecualian telah dibuat untuk memungkinkan orang bebas masker saat olahraga dan berlari," tegasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=OYr5OJ-Z89M
https://www.youtube.com/watch?v=LR-Bg_fhpYo
https://www.youtube.com/watch?v=blOWDFlao54

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
