Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Mei 2020 | 21.41 WIB

Virus Korona Ternyata Bisa Sebabkan Gumpalan Darah Kental pada Tubuh

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Virus korona jenis baru memiliki gejala dan dampak yang berbeda-beda pada tubuh pasien. Ada yang tanpa gejala atau bergejala ringan seperti flu, hingga sesak napas parah. Penelitian sebelumnya juga mengungkap, pada pasien tertentu, virus korona juga menyebabkan masalah pada kulit pasien seperti ruam, mengelupas. Dan terbaru, pasien Covid-19 juga bisa mengalami gumpalan darah kental.

Dilansir dari AsiaOne, Minggu (10/5), virus korona yang mematikan dapat menyebabkan darah korban mengental. Kondisi ini merupakan suatu laporan komplikasi mengejutkan dari para ahli, seperti laporan Wired.

Pembentukan gumpalan darah ini bisa berbahaya, seperti yang terlihat dalam otopsi pasien seperti laporan The Washington Post bulan lalu. Gumpalan darah dari ukuran yang lebih besar ini juga dapat melakukan perjalanan ke otak atau jantung. Sehingga menyebabkan stroke atau serangan jantung, tambah laporan itu.

Agence France-Presse melaporkan pada akhir Maret bahwa dokter Broadway dan aktor TV Nick Cordero terpaksa mengamputasi kaki kanannya setelah dia menghabiskan hampir tiga minggu di unit perawatan intensif dirawat untuk Covid-19. Aliran darah pria berusia 41 tahun itu terhambat oleh gumpalan.

Laporan AFP juga mengatakan kondisi itu disebut 'peristiwa trombotik'. Bisa terjadi karena berbagai alasan di antara pasien perawatan intensif.

"Saya memiliki pasien berusia 40 tahun di ICU yang memiliki gumpalan di jari mereka," kata dr. Shari Brosnahan, seorang dokter perawatan kritis di NYU Langone, kepada AFP.

Salah satu dari pasien ini menderita kekurangan aliran darah ke kedua kaki dan kedua tangan. Dan dr. Brosnahan memperkirakan amputasi mungkin diperlukan. Jika tidak, pembuluh darah mungkin menjadi sangat rusak.

Sebuah makalah baru-baru ini dari Belanda dalam jurnal Thrombosis Research menemukan bahwa 31 persen dari 184 pasien Covid-19 menderita komplikasi trombotik. Para peneliti terkejut angka itu sangat tinggi.

Seorang dokter di Rumah Sakit Presbyterian New York, dr. Behnood Bikdeli, mengumpulkan konsorsium ahli internasional untuk mempelajari masalah ini. Temuan mereka diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology.

"Para ahli menyimpulkan pasien Covid-19 mungkin perlu menerima obat pengencer darah, preventif, profilaksis," kata Dr Bikdeli mengatakan kepada AFP.

Apa sebenarnya penyebabnya?

Hingga kini peneliti masih menyelidiki penyebabnya. Laporan di Wired mengatakan para peneliti telah lama mengetahui tentang hubungan antara penyakit menular dan pembekuan darah secara umum.

Kemungkinan kuat, pasien Covid-19 yang parah sering kali memiliki kondisi medis yang mendasarinya, seperti penyakit jantung atau paru-paru. Sehingga dengan sendirinya terkait dengan tingkat pembekuan darah yang lebih tinggi.

Selanjutnya, berada dalam perawatan intensif membuat seseorang lebih mungkin untuk mengalami gumpalan darah karena mereka terbaring diam begitu lama. Mungkin juga ada sesuatu dari karakter virus itu menyebabkan koagulasi atau pengentalan darah. Sementara obat pengencer darah seperti Heparin efektif pada beberapa pasien. Dan hingga kini masih ditelusuri lebih lanjut apa penyebab dan penanganannya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Er76Ofs4ek4

 

https://www.youtube.com/watch?v=_dI7KXOhK3g

 

https://www.youtube.com/watch?v=yvFX3-dU0Pg

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore