
Photo
JawaPos.com - Pada masa tumbuh kembang anak, ada beberapa kondisi pada kaki yang perlu diperhatikan orang tua. Sebab, pada masa-masa itu, ada beberapa kelainan yang umum terjadi. Misalnya, flat foot, club foot, dan intoeing.
Menurut dr Swan Inez SpKFR, dokter rehab medik di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya, orang tua harus lekas berkonsultasi dengan dokter ketika mendapati kondisi kaki anak mereka berbeda dengan anak-anak pada umumnya.
Sebut saja saat ciri-ciri kondisi flat foot ditemukan. Kondisi itu ditandai dengan lengkung kaki sebelah dalam yang cenderung datar. Ciri fisik yang tampak tersebut juga sering disertai tumit yang miring ke luar. Keadaan itu bisa mengakibatkan kaki terasa nyeri dan mudah lelah. Biasanya, anak akan lebih sering jatuh sakit. Sebab, fleksibilitas ankle mereka berlebih.
’’Jika dibiarkan dalam jangka panjang, saat anak tumbuh dewasa, dia akan mudah nyeri lutut dan punggung belakang terasa sakit saat lama berdiri dan berjalan jauh,’’ katanya. Dalam penanganan, dokter rehab medik bakal memberikan insole atau shoe lifting. Itu merupakan tonjolan dalam alas kaki untuk menunjang bagian kaki yang rata. Pasien juga diberi arahan agar kaki tidak menumpu ke dalam saat berjalan.
Insole dibuat customized. Demi hasil yang optimal, insole disesuaikan dengan derajat flat foot setiap anak. ’’Dibikin oleh prosthetics orthotics. Bukan tukang sepatu biasa. Membuatnya juga berdasar bentuk insole yang sudah diresepkan dokter,’’ terang Inez.
Kelainan bentuk kaki pada masa tumbuh kembang anak juga bisa berupa kelainan club foot atau congenital talipes equinovarus (CTEV). Bentuk kaki anak yang mengalami CTEV menjinjit dan masuk ke dalam. Kaki anak terpelintir masuk dan menyerupai stik golf. Keluhan tersebut sering dikenal dengan sebutan kaki O. Itu juga merupakan kelainan bawaan yang penyebabnya belum diketahui secara pasti. ’’Disebut dengan istilah kongenital idiopatik,’’ ucapnya. Pemasangan gips pun menjadi tindakan pertama yang akan dilakukan dokter.
Kelainan kaki pada anak juga bisa berupa intoeing. Bentuknya, kedua kaki anak mengarah ke dalam saat berjalan. Anak menjadi mudah tersandung dan memengaruhi penampilan. Ciri lainnya, jempol kaki masuk atau mengarah ke dalam. Penyebab intoeing bukan dari kaki sekitar ankle, melainkan pada lutut, tulang betis, dan panggul. ’’Penanganan bergantung kondisi penderita. Misalnya, jika terjadi karena masalah di panggul, maka otot panggul harus diperkuat, latihan mengangkang dan semacamnya. Bisa juga dengan berenang gaya katak atau bentuk permainan lain,’’ tuturnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
