Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 November 2020 | 18.49 WIB

Penelitian Ungkap Kaitan Makan Telur Bisa Picu Diabetes, Ini Alasannya

Pedagang merapihkan telur ayam di Pasar Tradisional Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Pedagang mengeluhkan daya beli masyarakat menurun selama pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) virus corona di Jakarta, salah satunya telur ayam - Image

Pedagang merapihkan telur ayam di Pasar Tradisional Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Pedagang mengeluhkan daya beli masyarakat menurun selama pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) virus corona di Jakarta, salah satunya telur ayam

JawaPos.com - Telur adalah makanan atau lauk paling praktis yang dapat dimasak dengan beberapa cara berbeda dan cepat. Tapi ternyata, beberapa penelitian baru-baru ini mengaitkan konsumsi telur dengan risiko diabetes tipe 2. Apakah benar?

Dilansir dari Science Times, Kamis (19/11), menurut American Diabetes Association, November adalah bulan Kesadaran Diabetes. Memahami faktor makanan yang dapat berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit ini akan bisa mencegah diabetes. Salah satunya telur.


Tiongkok Medical University bekerja sama dengan Qatar University dan melakukan studi longitudinal dari 1991 hingga 2009. Studi mereka yang pertama menilai hubungan antara konsumsi telur dan diabetes pada sampel besar orang dewasa Tiongkok seperti laporan Science Daily.

Para ilmuwan menemukan bahwa orang yang makan telur satu atau lebih per hari atau setara dengan 50 gram, 60 persen lebih mungkin bisa meningkatkan risiko diabetes. Di Tiongkok, 11 persen populasinya menderita diabetes yang lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 8,5 persen. Dan diabetes kini sudah menjadi masalah serius dalam kesehatan masyarakat di dunia.

Ahli epidemiologi dan pakar kesehatan masyarakat dari UniSA Tiongkok, dr Ming Li menegaskan untuk mengendalikan diabetes salah satunya dengan diet atau pola makan. Dr Li mengatakan bahwa penelitian mereka bertujuan untuk menilai efek jangka panjang dari konsumsi telur dan peningkatan risiko diabetes. Mereka menemukan bahwa lebih dari 38 gram telur per hari dapat meningkatkan risiko terkena diabetes hingga 60 persen dan efeknya lebih terasa pada perempuan daripada pada pria.

Singkatnya, konsumsi telur berbanding lurus dengan risiko terkena diabetes di kalangan orang dewasa Tiongkok. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengeksplorasi hubungan sebab akibat antara kedua faktor tersebut.

"Studi ini adalah satu langkah menuju evaluasi lanjutan jangka panjang," kata Dr Li.

Haruskah Berhenti Makan Telur?

Menurut penelitian dan seperti yang disebutkan di atas, konsumsi telur yang tinggi meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Para peneliti berpikir bahwa itu karena kolesterol berlebih dalam telur menjadi faktor risikonya.

Karena kolesterol sebagian besar terkonsentrasi di kuning telur, makan bagian putih telur tidak menjadi masalah menurut Healthline. Tetapi kuning telur juga mengandung nutrisi penting lainnya seperti vitamin A, Omega-3, kalsium, lutein, dan kolin. Karena itu, makan dalam jumlah sedang masih disarankan. Pastinya asal jangan berlebihan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=uGE9hQc60uI

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore