Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Desember 2017 | 04.31 WIB

Wajib Tahu! Beda HIV dan AIDS, Dua-duanya Mengerikan

Ilustrasi HIV-AIDS - Image

Ilustrasi HIV-AIDS

JawaPos.com - Orang dengan HIV AIDS (ODHA) harus tetap semangat dalam menjalani kehidupan. Hingga kini masih banyak masyarakat belum mengerti seputar penyakit tersebut. Bahkan perbedaan antara HIV dan AIDS pun belum mengerti. Dalam momentum Hari AIDS Sedunia 1 Desember, ayo pahami keduanya.


HIV adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus penyebab AIDS. Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala. Banyak orang yang tertular HIV namun tidak menyadari dirinya tertular.


AIDS adalah Aqquired Immuno Deficiency Syndrome adalah suatu sekumpulan gejala penyakit yang diperoleh akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. AIDS muncul setelah HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia untuk waktu yang lama.


Setiap orang memiliki risiko terinfeksi HIV. Mereka dengan perilaku berisiko disarankan untuk memeriksakan diri sedini mungkin. Misalnya mereka yang menggunakan narkotika suntik bergantian, berhubungan seks berganti-ganti pasangan atau sesama jenis, pengguna jarum tidak steril pada transfusi atau tato.


"HIV adalah penyakit gangguan immune. Beda dengan autoimmune di mana kekebalan tubuh menyerang sel tubuhnya sendiri. HIV itu immunocompromise, kekebalan tubuh drop," kata Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD kepada JawaPos.com, Jumat (1/12).


Kristoforus memberi gambaran ketika virus HIV masuk dan menyerang kekebalan tubuh kita, perlahan membunuh sel kekebalan tubuh. Setelah beberapa tahun, kekebalan tubuh akan mulai drop.


"Sehingga beberapa kuman, virus, dan parasit yang tadinya hanya hidup bersamaan dengan tubuh, mulai mengambil kesempatan untuk menyerang, ini yg dinamakan dengan infeksi oportunistik," jelasnya.


Saat infeksi oportunistik mulai terjadi, kata dia, itulah yang namanya kondisi sindrom imundefisiensi akuisita atau dalam dalam bahasa Inggris disebut Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Saat ini terdapat sekitar 620 ribu orang hidup dengan HIV di Indonesia, dan 77 ribu di antaranya saja yang mendapatkan obat ARV. Setiap tahun terdapat sekitar 48 ribu infeksi baru, dan sekitar 38 ribu pasien yang meninggal akibat AIDS.


"Jadi perbedaannya, penderita HIV butuh waktu 5-10 tahun hingga menjadi AIDS, jika tidak diobati. Setelah menderita AIDS, kondisinya akan drop dengan cepat," ungkap Kristoforus.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore