
ilustrasi video dewasa.
JawaPos.com - Para orang tua yang memiliki anak perempuan atau laki-laki harus waspada dan pandai memberikan edukasi seks dengan baik. Sebab, banyak kasus pergaulan bebas yang berujung pada kehamilan di luar nikah.
Salah satunya disebabkan oleh pengaruh akses teknologi yang mudah diperoleh oleh anak-anak di bawah umur. Faktanya ternyata banyak anak generasi masa kini semakin lebih cepat matang.
Hal itu juga mempengaruhi masa pubertas anak zaman sekarang yang jauh lebih cepat matang secara reproduksi baik laki-laki atau perempuan.
Anak perempuan sudah banyak mengalami pubertas dini di usia 8 tahun begitu juga dengan anak laki-laki yang sudah mengalami mimpi basah sejak dini
"Pubertas saat ini semakin maju usianya. Baik menstruasi maupun mimpi basah juga lebih cepat. Umur menstruasi makin lama makin cepat," kata Guru Besar Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Profesor Biran Affandi, Selasa (3/10).
Ironisnya, usia seseorang untuk menikah di zaman canggih saat ini semakin jauh. Perempuan atau laki-laki saat ini masih enggan menikah sekalipun usianya sudah 30 tahun.
Jarak atau jurang yang jauh antara masa pubertas dan keinginan menikah inilah yang bisa menjadi petaka pergaulan bebas.
"Umur menikah makin lama makin tua. Jaraknya semakin jauh. Umur menikah lebih tua, tapi umur menjadi subur lebih cepat. Ini semua mengakibatkan anak secara biologis cepat matang. Secara alamiah mereka akan lebih senang ke lawan jenisnya dengan cepat," kata Biran.
Kondisi ini menjadi pintu masuk masalah sosial dari mulai hubungan seksual di luar nikah, narkoba, dan HIV AIDS. Biran menyarankan agar orang tua perlu ekstra waspada atas situasi ini.
"Semua biang keroknya kondisi ini.
Apa yang dihadapi saat ini adalah given situation. Akibatnya jurang antara umur menikah dan masa subur makin lama makin besar," jelasnya.
Lalu apa yang menyebabkan anak lebih cepat matang secara fungsi reproduksi atau disebut dengan istilah pubertas dini? Biran menyebutkan berbagai alasannya.
1. Faktor Gizi
Gizi anak sekarang ini jauh lebih baik dibanding anak-anak di zaman dulu. Sehingga mereka lebih cepat matang secara fisik.
2. Rangsangan Audiovisual

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
