Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Maret 2017 | 04.27 WIB

Manajemen Nyeri Jadi Penilaian Akreditasi Rumah Sakit

PENTING: Kemampuan rumah sakit dalam mengurangi nyeri yang diderita pasien bahkan telah menjadi salah satu elemen penting dalam penilaian akreditasi. - Image

PENTING: Kemampuan rumah sakit dalam mengurangi nyeri yang diderita pasien bahkan telah menjadi salah satu elemen penting dalam penilaian akreditasi.

JawaPos.com - Rumah sakit dituntut untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pasiennya. Salah satunya dalam menangani nyeri. Kemampuan rumah sakit dalam mengurangi nyeri yang diderita pasien bahkan telah menjadi salah satu elemen penting dalam penilaian akreditasi.


Saat ini banyak pasien dengan keluhan nyeri belum mendapatkan terapi yang tepat terutama pada pasien dengan nyeri kronik. Hal ini terjadi karena pengobatan masih terfokus pada tata laksana tunggal. Maka dari itu, rumah sakit membutuhkan pendekatan yang multi disiplin untuk mengatasi nyeri pasien.


Tindakan yang dilakukan harus bersama-sama dengan tim yang ahli dan berorientasi pada terapi multimodal. Bukan hanya analgesik, tetapi juga terapi fisik, psikologis dan perilaku. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Rumah Sakit Premier Bintaro bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengadakan seminar dan workshop dengan tema, Pain Management Update: How To Deal with Chronic Pain. 


Seminar yang diadakan pada 18 Februari 2017 tersebut diikuti oleh ahli medis internal maupun dari luar daerah.”Untuk tema manajemen nyeri sudah kali kedua dilakukan RS Premier Bintaro. Sebelumnya pernah dilakukan pada 2014,” ujar Ketua Pelaksana dr. Ismail SpAn  saat dihubungi beberapa waktu lalu. 


Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya seminar yang menghadirkan nara sumber professionaldan berpengalaman. Pembicaranya antara lain, Prof dr A Husni Tanra SpAn KMN PhD, Dr Dwi Pantja Wibowo SpAn KIC KMN, Dr Albertus Sugeng Wibisono SpAn KIC FIPP, Suciati Erlita BN MARS, Dr Edi Setiawan Tehuteru SpA (K) MHA, dan  dr. Zubaidah Binti Jamil Osman PhD.


“Prof Husni memaparkan manajemen nyeri dibagi dua, ada yang good pain dan bad pain. Hingga ke prosedur penurunan skor nyeri, tahap penyembuhan, dan membuat pasien lebih berkualitas lagi hidupnya,” kata dr Ismail.


Para pembicara memaparkan tentang manajemen nyeri pada pasien dewasa maupun anak secara lengkap. Dalam kesempatan itu, peserta terlibat dalam diskusi yang interaktif agar mampu menguasai materi secara utuh dan menerapkan dalam praktek sehari-hari.  (tih/wir)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore