
CEK KONDISI: Merry Khristianti (kiri) dan Claudia Angelina mengecek masker yang akan mereka gunakan. Praktisi kesehatan meminta hindari beli masker eceran. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Memakai masker memang senjata paling ampuh dalam mencegah terpapar virus Korona. Namun jika salah jenisnya atau salah memilih masker yang tepat, justru malah lebih buruk daripada tidak memakai masker. Hal itu terungkap dalam penelitian di Amerika Serikat yang mengukur keefektifan berbagai masker dalam membatasi penularan Covid-19.
Sekelompok peneliti dari Universitas Duke, Universitas Massachusetts Lowell, dan Universitas Baptist California memberikan jawabannya. Kunci dalam memilih dan memakai masker adalah filtrasinya atau daya saring untuk meminimalkan viral load dalam sistem pernapasan.
Dilansir dari Science Times, Kamis (17/12), California Baptist University dan University of Massachusetts Lowell mempelajari dampak penggunaan masker tiga lapis pada aliran udara pernapasan dan pengaruh masker pada penghirupan dan akumulasi partikel ambien di saluran pernapasan bagian atas. Penulis Jinxiang Xi mengatakan bahwa hampir semua orang berpikir memakai masker masih lebih baik daripada tidak sama sekali, tidak peduli apakah masker itu baru atau lama.
Baca juga: Peneliti AS Tegaskan Pakai Masker Tak Akan Turunkan Saturasi Oksigen
Penelitian menemukan bahwa memakai masker dengan kinerja filtrasi yang buruk (kurang dari 30 persen) bisa lebih buruk daripada tanpa masker. Mereka menemukan bahwa efisiensi penyaringan masker bedah akan berkisar dari 65 persen hingga 25 persen saat dipakai. Dan mungkin lebih buruk memakai masker penyaringan 25 persen daripada tidak menggunakan sama sekali.
Para peneliti dari Duke University telah meluncurkan alat untuk menguji kemanjuran berbagai jenis masker. Masker N95 bekerja paling baik dan digunakan oleh staf rumah sakit.
Saat memakai masker itu memungkinkan tidak ada partikel sama sekali yang jatuh. CDC juga telah merevisi pedoman masker, yang menyatakan bahwa seseorang disarankan jangan memakai masker yang ada katupnya. Kesimpulannya, pilihlah masker dengan daya saring atau filtrasi dengan optimal agar efektif mencegah virus. Sebab masker yang kurang baik filtrasinya justru dampaknya menjadi lebih buruk daripada tak pakai masker.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=DeiHa8q0Kls
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
