Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Januari 2021 | 18.53 WIB

Hindari 5 Makanan Pemicu Vaksin Covid-19 Jadi Tak Manjur

Perubahan pola makan, dan banyaknya asupan santan atau makanan manis dapat memicu gangguan pencernaan dan berbagai macam penyakit lain setelah Ramadan dan Lebaran. - Image

Perubahan pola makan, dan banyaknya asupan santan atau makanan manis dapat memicu gangguan pencernaan dan berbagai macam penyakit lain setelah Ramadan dan Lebaran.

JawaPos.com - Menjelang vaksinasi Covid-19 pada populasi umum, penting untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar vaksin bisa efektif membuat tubuh kebal. Ternyata gaya hidup dan pola makan juga memainkan peran untuk melihat kemanjuran vaksin.

Studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Ohio State University dan diterbitkan dalam jurnal Advance Social Sciences & Humanities, ada hal-hal yang dapat dilakukan agar tubuh Anda siap ketika mendapatkan vaksin Covid-19. Tim peneliti menekankan bahwa diet makanan juga memainkan peran utama.

Jika ingin meningkatkan kesehatan secara keseluruhan sebelum vaksinasi agar respons tubuh maksimal, maka Anda perlu menerapkan pola makan yang sehat. Dalam arti lebih mengutamakan pada makanan utuh yang mengandung serat dan minum lebih banyak air setiap hari.

"Sementara menunggu giliran untuk mendapatkan vaksinasi SARS-CoV-2, harus pastikan fisik yang paling sehat," kata para peneliti dari Ohio State.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Pecahkan Rekor, Pakar: Jangan Tergantung Vaksinasi

Studi mereka mengamati 49 studi vaksin sebelumnya yang dilakukan selama tiga dekade terakhir. Menurut analisis mereka, stres adalah faktor utama karena berkaitan dengan kesehatan sistem kekebalan. Mengelola stres melalui olahraga dan meditasi kesadaran, cukup tidur, berhenti atau membatasi penggunaan tembakau dan alkohol juga memengaruhi respons tubuh kita.

Ketua Profesor dan Dekan Akademi Ekonomi dan Kebijakan Pangan Global di Universitas Pertanian Tiongkok Shenggen Fan, mengatakan gaya hidup kurang gerak dan makan makanan olahan dengan gula dan lemak tinggi diketahui mendorong obesitas, yang dapat memengaruhi respons tubuh terhadap vaksin Covid-19. Maka penting untuk menghindari sejumlah makanan di bawah ini seperti dilansir dari Eat This, Minggu (17/1).

1. Minuman dan Makanan Manis

Peneliti Vasanti S. Malik, ScD, seorang ilmuwan di Harvard T.H. Chan School of Public Health memberi tahu The New York Times bahwa toleransi optimal mengonsumsi minuman dan makanan ini adalah nol. Artinya tidak memiliki manfaat kesehatan.

Ilustrasi makanan tinggi garam, gula, dan lemak. (Everyday Health)

Ilustrasi makanan manis. (Healthline)

Efek samping berbahaya dari minum terlalu banyak soda dan minuman manis lainnya begitu besar termasuk penambahan berat badan. Risiko lainnya seperti risiko diabetes yang lebih tinggi, kerusakan gigi, lemak berlebih di sekitar bagian tengah tubuh, nyeri sendi, masalah kesehatan ginjal, risiko penyakit jantung yang lebih besar, kolesterol yang lebih tinggi, kesehatan usus yang buruk, masalah hormon (terutama mengenai leptin, hormon kelaparan Anda), kehilangan ingatan, dehidrasi, rambut rontok, kembung, dan peningkatan risiko kematian.

2. Makanan Olahan

Makanan olahan didefinisikan sebagai makanan yang telah diubah atau dibuat sedikit berbeda dari bentuk aslinya melalui proses pabrik. Ahli Gizi Torey Armul, R.D., yang juga juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics (AND) mengatakan, makanan dengan proses tinggi cenderung dibuat dari terlalu banyak bahan yang salah, seperti tepung putih, gula putih, dan lemak tidak sehat. Misalnya keripik kentang, donat, sereal yang dilapisi gula tambahan, dan roti putih.

"Dan cenderung memiliki zat aditif yang meningkatkan kadar lemak, natrium, dan gula untuk meningkatkan umur simpan atau kelezatan," jelasnya.

3. Minuman Energi

Pakar kesehatan Chris Fernandez, B.S., CPT, dan CEO dari Women's Health Interactive mengatakam minuman energi mungkin menjadi salah satu pilihan terburuk. Minuman itu diisi dengan stimulan seperti kafein dan turunan seperti efedrin yang membebani kelenjar adrenal.

"Semuanya dengan dosis gula yang bagus, pengawet, dan buatan, warna dan rasa, jangan meminumnya. Jangan," jelasnya.

4. Fast Food

Makanan cepat saji sangat diproses dan diisi dengan gula, lemak, dan garam ekstra. Ahli Kesehatan Tehzeeb Lalani, pendiri Scale Beyond Scale, mengatakan bahwa bahan-bahan berkualitas buruk terkandung dalam makanan cepat saji seperti mengandung garam, lemak, dan kadang-kadang bahkan pengawet yang tinggi.

5. Alkohol

Dalam studi tahun 2018 yang mengaitkan penggunaan alkohol berat dengan kematian dini yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet. Efek samping berbahaya dari meminum alkohol setiap hari sangat banyak dan termasuk penambahan berat badan, serta risiko penyakit jantung yang lebih besar, risiko kemandulan yang lebih besar, osteoporosis, hingga kerusakan hati.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/B01PVvbmKbU

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore