Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 November 2016 | 09.20 WIB

Tiga Faktor jadi Risiko Berkembangnya Sel Kanker

Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D - Image

Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D

JawaPos.com – Penderita penyakit kanker di era modern ini terus meningkat. Banyak faktor yang menjadi pemicunya salah satunya hidup tidak sehat, polusi, hingga faktor genetik. Sel kanker berkembang sangat cepat berbeda dengan sel normal.



Perbedaan tumor jinak dan kanker yakni pada tingkat pertumbuhan dan perkembangan jaringan sel tersebut. Jika seorang pasien mempunyai tumor jinak, pasien hanya tinggal mengankat tumor tersebut dan tidak akan tumbuh lagi. Ada pula pada sejumlah pasien yang masih mengalami pertumbuhan tumor di tempat lain namun masih bisa berumur panjang.



“Bedanya kalau kanker dan tumor, kanker ada daging tumbuh sangat cepat. Tumor jinak tak invansif jaringan sekitar, yang ganas sebaliknya. Maka organ yang sudag kehilangan fungsinya kalau sudah dirusak sel kanker akan sulit,” kata Manajer Kerjasama dan Hubungan Alumni Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D.



Pria yang fokus pada bidang Keperawatan Medikal Bedah ini menjelaskan pertumbuhan sel kanker sangar cepat berbeda dengan pertumbuhan sel normal. Pertumbuhan sel kanker dimana pun baik di hati, payudara, paru sangat tak terkontrol akan cepat sekali.



“Kalau secara umum, memang kalau dari sel hati normal dan sel kanker hati misalnya. Sel kanker hati akan lebih besar, tak beraturan, tak tak memiliki fungsi. Berbeda misalnya sel kulit kita, ada pertumbuhan sel baru itu wajar,” jelasnya.



Agung menambahkan pada saat kanker itu muncul yang tak diketahui penyebabnya, diperkirakan ada 3 hal yang menjadi pemicunya.



1.       Faktor Genetik atau Bawaan

Tetap dimungkinkan dari faktor keturunan. Jika nenek terkena kanker maka salah satu anak atau cucu ada yang terkena kanker juga. Tetapi bukan berarti jika nenek kanker, maka anak dan cucu pasti kanker.



2.       Stimulus Eksternal

Seseorang yang berada di tengah polusi dengan naik kendaraan umum yang sama, pada jam dan tempat yang sama, oleh orang-orang yang sama, dimana orang itu salah satunya ada yang merokok aktif secara rutin akan berisiko terhadap orang lainnya. Atau seseorang yang tinggal di area pabrik dikelilingi asap pabrik akan mengotori daerah sekitarnya. Pada kondisi pekerja punya risiko lebih tinggi terkena kanker paru, ketimbang warga yang tinggal di wilayah dengan udara yang masih lebih bersih.



3.       Faktor Internal

Yaitu kebiasaan dari individu tersebut dimana hidup tak sehat, rendah serat tinggi lemak. Contoh pada kanker saluran pencernaan. Pencernaan bekerja tiga empat kali lebih keras pada saat mencerna makanan lebih banyak.



“Dari faktor itulah kemudian stimulus munculnya kanker. Barangkali di setiap tubuh kita ada sel yang bisa memicu kanker. Namun karena ada stimulus bisa berubah menjadi kanker,” tegas Agung. (cr1/JPG)







Demo 4 November jadi Perhatian Internasional//



JawaPos.com – Berbagai media asing menulis rencana unjuk rasa besar-besaran yang akan dilakukan kaum muslim kepada Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Jumat (4/11). Media asing mengulas seputar penyebab unjuk rasa, latar belakang, pengamanan, hingga ancaman teroris Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).



Dilansir VOA, salah satu pemicunya adalah ketidaksukaan pada unsur SARA. Penduduk Indonesia 250 juta, 3 juta diantaranya adalah etnis Tionghoa. Agama mereka juga non muslim.



Pada saat terjadi kekacauan politik dan sosial dalam kerusuhan tahun 1998, masyarakat telah menghadapi penganiayaan dan kekerasan di masa lalu. Ratusan orang tewas dan ribuan etnis Tionghoa melarikan diri dari kerusuhan Jakarta. Terjadi  penjarahan dan pembakaran toko-toko serta rumah miliki Tionghoa.



Beberapa sentimen negatif anti-Tionghoa dan ketegangan agama meningkat lagi menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada bulan Februari 2017. Pemerintah menegaskan akan berkomitmen untuk melindungi kebebasan berekspresi dan berkumpul bersama keberagaman Indonesia.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore