
SADAR MASKER: Warga yang sedang berkendara melintas di depan mural karya komunitas Budal Isuk Moleh Sakkarepe yang bekerja sama dengan Gugus Tugas Covid-19 kota Surabaya. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ketika seseorang sudah divaksin Covid-19 bukan berarti bisa bebas pergi ke manapun tanpa protokol kesehatan, utamanya masker. Di saat sejumlah negara kini sudah mulai melakukan vaksinasi pada populasi, masker tetap wajib dipakai agar bisa melindungi optimal dari virus dan kekebalan kawanan atau herd immunity bisa tercapai.
Herd immunity bisa dicapai jika memenuhi 70 persen populasi yang sudah divaksin. Tantangan ini tak mudah, karena akses negara miskin dan berkembang untuk mendapatkan vaksin masih terbatas, kesulitan distribusi, hingga golongan antivaksin.
Selain memakai masker, penting untuk menjaga jarak dari orang-orang di luar rumah dan sering mencuci tangan. Lalu mengapa harus melanjutkan tindakan pencegahan setelah divaksinasi?
Baca Juga: Ahli Ungkap Manfaat Pakai Masker Dobel Untuk Cegah Covid-19
Vaksin butuh waktu untuk membentuk antibodi. Jika 100 orang yang divaksinasi terkena virus dan 50 di antaranya kemudian mengalami gejala, vaksin tersebut efektif 50 persen. Maka semakin besar ketidakefektivannya, jika populasi makin abai.
Dilansir dari NPR, Kamis (14/1), pada vaksin Pfizer-BioNTech, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine pada Desember menemukan bahwa perlindungan tidak dimulai hingga 12 hari setelah suntikan pertama. Jadi bukan berarti setelah divaksin lantas tubuh langsung kebal. Dan efektivitasnya mencapai 52 persen beberapa minggu kemudian setelah suntikan dosis pertama.
Lalu seminggu setelah vaksinasi kedua, tingkat efektivitas mencapai 95 persen. Dalam permohonan otorisasi, Moderna melaporkan tingkat perlindungan 51 persen baru tercapai dua minggu setelah imunisasi pertama. Dan 94 persen dua minggu setelah dosis kedua.
"Dan itupun (kekebalan) tidak 100 persen," kata Direktur Pusat Pendidikan Vaksin dan anggota dewan penasehat vaksin Food and Drug Administration (FDA) Paul Offit
"Itu berarti satu dari setiap 20 orang yang mendapatkan vaksin ini masih bisa terkena infeksi," katanya.
Jadi, alasan utama untuk melanjutkan tindakan pencegahan adalah untuk melindungi diri Anda sendiri. Dan jika sudah divaksin tetap tertular Covid-19, maka gejala yang dirasakan tidak parah.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=zMuhncSS38o

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
