
Mural imbauan untuk melawan COVID-19 menghiasi bawah kolong tol kawasan Tomang, Jakarta, Kamis (10/12/2020). Mural tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengajak masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Covid-19 tak bisa dianggap ringan. Sekalipun jika tertular lalu gejalanya ringan, tetap saja bisa menimbulkan potensi dampak gejala sisa jangka panjang atau Long Covid. Sebanyak 20 persen atau 1 dari 5 orang mengalami Long Covid seperti laporan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS.
Gejala Long Covid yang dialami misalnya batuk, sesak, hingga sakit kepala. Saat berjalan atau berlari, sebagian orang juga masih merasakan rasa terengah-engah.
“Memang dunia saat ini menghadapi ujian yang tak mudah ya. Menghadapi virus yang baru, dengan karakter jauh berbeda dari 100 tahun lalu, ini bandel nih virus ini, dengan begitu cepat bermutasi, lebih cepat daripada yang 100 tahun lalu,” kata Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Dicky menengarai bahwa mutasi yang saat ini semakin muncul itu akibat dari pengabaian negara di dunia dalam intervensi virus atau perilaku masyarakat memberi kesempatan bagi virus SARS-CoV-2 mudah bereplikasi dan bermutasi.
“Ini satu kondisi yang merugikan dan diciptakan kita sendiri. Inilah akan jadi catatan sejarah bagaimana kegagalan kita, dunia secara umum dalam meredam penularan Covid-19,” jelasnya.
Dicky mengutip hasil CDC bahwa dampak sebanyak 20 persen atau seperlima kasus yang pulih dan dinyatakan sembuh, berpotensi mengalami Long Covid. Situasi itu akan menjadi beban di masyarakat.
“Bicara 20 persen atau 1 dari 5, itu bicara jutaan orang lho. Itu akan jadi beban bukan hanya pemerintah satu negara tapi dunia. Paling tidak, 2 tahun ke depan atau tahun ini kita sudah melihat dampak Long Covid, apalagi kita akan lihat 5-10 tahun ke depan,” jelasnya.
Dicky menilai, Long Covid belum banyak menjadi perhatian negara. Padahal, kata dia, secara tak langsung menggambarkan kegagalan negara melakukan pencegahan.
“Dalam konteks membangun kewaspadaan, ini konsekuensi dari Covid-19 yang harus dihadapi semua. Supaya tak mengalaminya, harus dari sekarang lakukan manajemen risiko dan tegaskan bahwa pandemi belum berakhir, dampak masih ada bahkan saat pandemi dinyatakan berakhir,” tegasnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
