
Demam anak. (onio)
JawaPos.com - Kejang demam memang rentan terjadi pada anak. Terutama pada anak di atas usia 6 bulan hingga 5 tahun. Tak jarang, para orang tua pun dibuat khawatir hingga panik karena tak tahu harus berbuat apa.
Dokter Ahli Anak Hardiono Pusponegoro menerangkan, ada 3 langkah penanganan dan pertolongan pertama jika terjadi kejang demam pada anak. Penanganan pertama, berilah minuman yang cukup kepada anak. Ini dilakukan agar dia tidak mengalami dehidrasi sebab demam membuat cairan tubuh berkurang.
Kedua, minumlah obat penurun demam. Seperti parasetamol atau ibuprofen dengan dosis yang sesuai dengan anak.
"Dosisnya 10-15 mg/kgBB/kali. Kalau berat anak 10 kilogram, kasih 100-150 miligram," kata dia.
Namun dalam situasi pandemi seperti saat ini, lebih baik hanya berikan parasetamol karena ibuprofen tidak disarankan untuk korona. Parasetamol bisa diberikan hingga empat kali sehari karena masa kerjanya hanya enam jam.
Ketiga, turunkan demam anak dengan kompres air hangat. Ketika diberi kompres hangat, tubuh akan berpikir suhu di luar tubuh lebih panas sehingga tubuh jadi berkeringat dan panas anak menurun. Sehingga jika selama ini jika demam diberikan kompres dingin itu tidaklah benar.
"Beri air hangat yang lebih panas dibandingkan suhu tubuh," kata dia.
Pertolongan ketika kejang demam
Ketika anak kejang, usahakan untuk tidak panik. Biasanya, 80-90 persen kejang berhenti sendiri di bawah durasi lima menit.
Pertolongan pertama, miringkan tubuh anak. Ini dilakukan agar bila anak muntah, cairannya tak membuatnya tersedak. Longgarkan baju anak dan jangan menahan tubuhnya karena bisa membuat tulang patah.
"Jangan masukin jari atau sendok ke mulut," dia menegaskan.
Lantas gunakan obat. Kejang demam bisa diobati dengan obat diazepam yang dimasukkan lewat dubur. Jika dalam waktu 5 menit kejang tak berhenti, ulangi lagi.
"Saat menarik keluar obat, pegang lubang anusnya dan tahan hingga dua menit agar cairan obatnya tidak keluar lagi," ujarnya.
Bila kejang tak kunjung berhenti setelah dua kali memberikan obat, segara bawa ke rumah sakit.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=l4Td68GuTIc
https://www.youtube.com/watch?v=ppDMXjTICyk
https://www.youtube.com/watch?v=hlPNbD9vN3g
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022