Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juni 2021 | 02.17 WIB

Jika Mau Program Bayi Tabung Berhasil, Jangan Sampai Datang Terlambat

Ilustrasi proses program bayi tabung. Ada beberapa alasan yang menyebabkan program bayi tabung tidak berhasil - Image

Ilustrasi proses program bayi tabung. Ada beberapa alasan yang menyebabkan program bayi tabung tidak berhasil

JawaPos.com - Tren program bayi tabung kini semakin populer. Untuk beberapa kasus infertilitas sulit, teknologi bayi tabung (in-vitro fertilization/ IVF) dikenal sebagai salah satu upaya program kehamilan yang membantu pasangan mendapatkan keturunan. Bayi tabung kini semakin tren bagi mereka yang merencanakan kehamilan namun memiliki kendala gangguan kesuburan (infertilitas).

President Director Morula IVF Indonesia, dr. Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, MMIS, SpOG, menjelaskan, sebanyak 300 ribu pasangan butuh program bayi tabung setiap tahun. Dan hanya sebagian yang berhasil menjangkau aksesnya.

"Sebanyak 40 persen dari pasangan yang menjangkau program bayi tabung ada di kami," kata dr. Ivan dalam Morula Fertility Fest 2021 penanaman 2.500 bibit pohon dan menebar benih ikan di Cimanggis, Depok, Rabu (9/6) secara daring.

Baca Juga: Saran Dokter Agar Dapat Momongan Lewat Program Bayi Tabung Berhasil

Managing Director Morula IVF Indonesia Ade Gustian Yuwono mengatakan, menanam embrio lewat bayi tabung sama dengan filosofi menanam pohon. Artinya, harus memilih bibit atau embrio yang juga baik hingga bisa tumbuh optimal.

"Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelangsungan ekosistem lingkungan di sekitar kita yang berperan besar mendukung generasi masa depan, termasuk anak-anak kita nanti," kata Ade.

Dan sayangnya, ada 4 ribu pasangan setiap tahun ke Malaysia untuk mengikuti program bayi tabung. Tentu hal itu merogoh kocek yang besar untuk pengobatan dan biaya akomodasi.

Dan ingat, tak semua program bayi tabung pasti berhasil. Sedikitnya untuk transfer sel embrio segar keberhasilannya sebanyak 46 persen. Dan transfer sel embrio beku atau frozen keberhasilannya 50 persen sesuai data pada 2020. Di dunia pun sama, ada 50 persen peluang mengapa program bayi tabung belum bisa berhasil atau gagal.

Lalu apa yang menyebabkan kegagalan bayi tabung? Para calon peserta bayi tabung wajib mengetahuinya.

1. Faktor Medis

Apakah embrionya, atau kromosomnya yang kurang optimal. Dan jumlah sel telur sudah menipis.

2. Lifestyle

Pasangan suami istri di ibukota dan metropolitan seringkali terlalu sibuk bekerja dan juga pola makan yang tak sehat. Atau bisa juga merokok dan alkohol.

3. Terlambat

Rata-rata pasien datang terlambat dengan usia sudah di atas 38 tahun. Jika terlambat, maka jumlah sel telur sedikit. Kemudian ditambah lagi masalah kista atau miom pada rahimnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore