
Ilustrasi jerawat di dagu. Penyebabnya bisa karena dari hormon menstruasi dan perubahan gaya hidup.
JawaPos.com - Masalah jerawat sering kali membuat seseorang tak percaya diri. Selain mengganggu penampilan, jerawat juga menimbulkan rasa tak nyaman seperti gatal dan nyeri.
Dalam diskusi bersama La Roche Posay #SkinLifeChanger, General Manager Active Cosmetics Division L’Oréal Indonesia, Silvia Yohana mengatakan perawatan kulit yang tepat akan membuat seseorang meraih life-changing dermatology dan mengubah kehidupan banyak orang. Data dalam survei dermatologis IQVIA tahun 2018 terdapat 1,9 miliar orang di seluruh dunia yang berjuang melawan permasalahan kulit yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka sehari-hari.
Namun, hanya 10 persen yang bisa mendapatkan akses dermatologi. Pada penelitian tahun 2018, 40 persen perempuan dewasa memiliki kulit berjerawat.
"Berbagai studi menunjukkan bahwa masalah kulit tidak dapat dianggap sebelah mata, karena dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, dari mulai kecemasan, kurang percaya diri hingga depresi," kata Silvia, belum lama ini.
Sementara itu, Acne Positivist Influencer, Cut Rizki menceritakan bahwa dirinya sempat minder karena berjerawat saat remaja.
"Saya punya acne-prone skin dan saat remaja saya sempat mengalami masa-masa tidak percaya diri, sampai-sampai tidak memiliki keberanian menatap mata lawan bicara karena malu dengan kondisi kulit saat itu," kata Rizki.
Menurutnya, perlu waktu yang sangat lama untuk bisa mengembalikan rasa percaya dirinya. "Saya adalah seorang acne positivist yang berusaha memberikan semangat kepada sesama pejuang
jerawat, baik secara langsung maupun lewat media sosial," jelasnya.
Dokter Spesialis Kulit dr. Aryani Sudharmono menjelaskan di klinik dermo-venereologi miliknya, jerawat merupakan penyakit kulit terbanyak yang dialami pasien. Diikuti dengan masalah pigmentasi, kelainan pembuluh darah, tumor jinak kulit, dermatitis dan infeksi kulit.
"Cukup banyak dari pasien tersebut yang pada awalnya terlihat kurang percaya diri sebagai dampak dari
masalah jerawat," kata Aryani.
Cek Tiap Dua Pekan
Menurutnya, jumlah jerawat sebaiknya diamati dalam periode tertentu. Misalnya, 2 minggu sekali untuk membandingkan jumlahnya.
"Jumlah jerawat hari ini dengan jumlah jerawat 2 minggu yang lalu. Kalau pengobatannya benar dan dilaksanakan dengan disiplin, biasanya jumlah jerawat semakin sedikit. Kalau jerawat baru masih muncul sebelum atau sesaat menstruasi, berarti masih sakit dan masih harus terus ditangani," katanya.
Untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat, yang benar-benar sembuh dari jerawat, pasien perlu disiplin dalam melakukan perawatan kulit. Salah satunya membersihkan wajah secara teratur dan menggunakan produk perawatan yang direkomendasikan secara dermatologis.
"Tidak hanya itu, sangat penting bagi pasien untuk disiplin dalam menjaga kesehatan kulitnya,” tegas Aryani.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
